Kalteng Kita

Dibangun Tapi Tak Kunjung Tuntas, Kejati Telisik Dugaan Korupsi Pembangunan Bandara Muarateweh

Informasi adanya indikasi tindak pidana korupsi tersebut, sudah tercium oleh pihak kejaksaan, sehingga dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan

Dibangun Tapi Tak Kunjung Tuntas, Kejati Telisik Dugaan Korupsi Pembangunan Bandara Muarateweh
tribunkalteng.com/faturahman
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Adi Sutanto. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Penyidik kejaksaan tinggi Kalimantan Tengah melalui Kejaksaan Negeri Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah sedang fokus melakukan pendalaman dugaan korupsi yang terjadi dalam pembangunan Bandara di Muara Teweh.

Bandar Udara (Bandara) Haji Muhammad Sidik di Desa Trinsing, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang mulai dibangun sejak tahun 2010 yang lalu belum juga tuntas hingga saat ini, karena diduga dalam pembangunannya dikorupsi.

Informasi adanya indikasi tindak pidana korupsi tersebut, sudah tercium oleh pihak kejaksaan, sehingga dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak korupsi dalam pembangunan bandara perintis tersebut.

Baca: 5 Fakta Pria Penyerang Polsek Maro Sebo Jambi: Ngaku Bawa Bom, Pengen Jadi Imam Masjid

Baca: Pacaran dengan Anak di Bawah Umur, Warga Curiga Mahasiswi Itu Hamil Lalu Buang Janin ke Septictank

Baca: Tim Uber Indonesia ke Perempatfinal Setelah Cukur Perancis 5-0, Ini Hasil Lengkapnya

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Adi Sutanto, Rabu (23/5/2018) membenarkan pihaknya saat ini sedang menangani dugaan korupsi pembangunan Bandara Muara Teweh tersebut, karena indikasinya memang kuat dikorupsi.

Bahkan sebutnya, saat ini tahapannya sudah masuk penyidikan, karena setelah dilakukan penelitian memang ada indikasi kuat dalam pelaksanaanya dilakukan secara asal-asalan tidak sesuai spek, dan ada juga program yang tidak dilaksanakan.

"Kami terus dalami dugaan korupsi bandara ini," ujarnya.

Namun begitu sebut dia, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka, karena masih dalam tahap penyidkan, dan belum ditentukan dugaan kerugian materil dalam pembangunan bandara tersebut."Kami terus tangani kasus korupsi dalam pembangunan bandara tersebut,"ujarnya lagi. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved