Kabar Palangkaraya

SR Alami Pendarahan dan Dirawat di Rumah Sakit Ungkap Dugaan Pembunuhan Janin Bayi

Menurut Kapolres, pihaknya memang awalnya mendapat informasi dari warga, terkait adanya pembunuhan janin dalam kandungan perempuan

SR Alami Pendarahan dan Dirawat di Rumah Sakit Ungkap Dugaan Pembunuhan Janin Bayi
TRIBUNKALTENG.COM/faturahman
Polisi saat melakukan pencarian janin di sekitar Septitank rumah pelaku di Jalan Mendawai III, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekanraya Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar, Selasa (22/5/2018) mengatakan, pihaknya mendapatkan kepastian bahwa Mai (21) membunuh janin yang dikandungnya tersebut, ketika memastikan bahwa yang bersangkutan mengalami pendarahan dan dirawat di rumah sakit.

Menurut Kapolres, pihaknya memang awalnya mendapat informasi dari warga, terkait adanya pembunuhan janin dalam kandungan perempuan yang sudah mengandung enam bulan tersebut, sehingga dilakukan pengecekkan.

"Kami tanyai pelaku Mai ini, saat di rawat di rumah sakit,lantaran terjadi pendaraham tersebut dan dia memang mengakui,melakukan pembunuhan janin bayi menggunakan obat pencahar," ujar Kapolres.

Baca: Kisah Wanita Rohingya Jadi Korban Perkosaan Tentara Myanmar, Aborsi Jadi Pilihan

Baca: Protes Radja Nainggolan Tak Masuk Daftar Pemain Piala Dunia, 4.000 Orang akan Serang Tempat Ini

Baca: Amerika Ancam Beri Sanksi Berat, Presiden Iran Balas Jawaban Menohok Ini

Kemudian sebut Timbul, pihaknya juga menanyakan hal itu kepada pihak lelakinya,karena informasi warga, saat itu lelakinya berinisial Ped (16) juga datang ke rumah perempuan, untuk meminta agar kandungan tersebut di gugurkan,karena lelakinya masih anak di bawah umur.

"Janin itu dibunuh pakai obat pencahar yang diminum tiga butir sekaligus, sehingga, Jumat malam itu Mai mengalami pendarahan saat sedang buang air besar di kamar mandi, sehingga dilarikan ke RS, untuk dirawat," ujarnya. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help