Ensiklopedia

Sehari Menjelang Soeharto Lengser 20 Tahun Lalu, Ini Cerita yang Terjadi di Ruang Tamu Jalan Cendana

Saat itu, ungkapnya, kakaknya itu mengatakan bahwa ia akan menurut mundur jika MPR menghendaki.

Sehari Menjelang Soeharto Lengser 20 Tahun Lalu, Ini Cerita yang Terjadi di Ruang Tamu Jalan Cendana
Wikimedia
Saat-saat Soeharto lengser dari jabatannya 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA — "Saya terus memantau kondisi dan mondar-mandir ke Cendana," ungkap Probosutedjo, adik presiden RI ke-2 Soeharto dalam buku Memoar Romantika Probosutedjo: Saya dan Mas Harto.

Tak banyak yang tahu apa yang sesungguhnya terjadi di Cendana pada 20 Mei 1998 malam, sehari sebelum Soeharto menanggalkan kekuasaan yang ia genggam 32 tahun lamanya.

Namun, Probosutedjo yang punya akses keluar masuk Cendana menceritakan kondisi di kediaman Pak Harto 20 tahun silam tersebut.

Beberapa hari sebelum 20 Mei 1998, kawasan Cendana dan sekitarnya telah dilindungi oleh barikade pasukan penjaga. Tak sembarang orang bisa menembus masuk ke Cendana.

Baca: VIDEO: Ketika Presiden Soeharto Ditanya Anak SD Kok Presiden Cuma Satu, Netizen Malah Ngeri

Baca: VIDEO: Anaknya Menangis di Tengah Shalat Tarawih, Perlakuan sang Ayah Bikin Meleleh

Baca: Duel Maut Ayah vs Anak Kandung, Keduanya Tewas

Namun, sebagai keluarga Cendana, Probosutedjo merupakan sedikit orang yang bisa melintas kawasan itu dengan mudah.

Beberapa hari jelang menyatakan mundur, Soeharto mengadakan berbagai pertemuan dengan akademisi dan tokoh politk di Cendana, termasuk pimpinan MPR saat itu, Harmoko.

Probosutedjo bahkan sempat menemui kakaknya itu dan berdialog mengenai situasi jelang reformasi.

"Mas, ini nampaknya kondisi sudah mengarah pada reformasi," kata dia.

Soeharto tetap tenang dan manggut-manggut.

"Boleh saja berpikir untuk reformasi. Tapi, jangan terpeleset menjadi revolusi," sahut Soeharto.

Dalam pengakuan Probosutedjo, ia bertanya kepada sang kakak apakah bersedia mundur? Saat itu, ungkapnya, kakaknya itu mengatakan bahwa ia akan menurut mundur jika MPR menghendaki.

Di tengah kondisi yang kian tertekan, diungkapkan Probosutedjo, Soeharto tetap bisa tenang.

Ia tak heran sebab kakaknya itu cukup berpengalaman menghadapi gejolak politik yang diwarnai kekerasan.

Pada saat-saat sensitif itu pula, Probosutedjo melihat beberapa orang di Cendana berdialog. Di antaranya cendikiawan islam Nurcholis Madjid dan Mensesneg Saadillah Mursyid. (Yoga Sukmana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ruang Tamu Cendana Malam Itu, Sehari Jelang Mundurnya Soeharto...", 

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help