Bank Mandiri Kebobolan Rp 1,83 Triliun oleh PT TAB, Begini Awal Mula Terungkapnya Kasus

Kasus ini mengemuka lagi setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memastikan total kerugian negara dari peristiwa tersebut

Bank Mandiri Kebobolan Rp 1,83 Triliun oleh PT TAB, Begini Awal Mula Terungkapnya Kasus
kompas.com
Logo Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Senin (21/5/2018), mengungkapkan asal mula kasus pembobolan melalui pengajuan kredit oleh salah satu debiturnya, PT Tirta Amarta Bottling Company (TAB) pada 2015.

Kasus ini mengemuka lagi setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memastikan total kerugian negara dari peristiwa tersebut sebesar Rp 1,83 triliun. Fakta itu muncul dalam laporan hasil pemeriksaan yang diserahkan BPK kepada Kejaksaan Agung, Senin.

"PT TAB nasabah kami sejak Desember 2008, jadi sudah 10 tahun. 10 tahun cukup lama, artinya start-nya juga cukup bagus dan baik. Ada penambahan-penambahan kredit, terakhir 2015. Totalnya seperti yang telah disebut itu Rp 1,4 triliun," kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas kepada pewarta, di kantornya, Senin malam.

Rohan menjelaskan, kondisi pada kurun waktu 2015 hingga 2016 sedang ada pelemahan ekonomi di Indonesia yang berdampak pada sektor pertambangan dan komoditas.

Baca: Diciduk Polda Bali, Begini Modus Sindikat Asal Turki yang Bobol Rekening Nasabah Bank

Baca: Pelatih Timnas Inggris Sebut Liverpool Menang di Final Liga Champions

Baca: Valentino Rossi Naik Podium Lagi, Antara Senang dan Sedih

Dari hal tersebut, sektor kredit perbankan untuk small and medium enterprises (SME) turut kena imbas. Karenanya, bank pelat merah ini memutuskan melakukan review portofolio kredit para debiturnya.

"Pada saat bersih-bersih itu, kami menemukan beberapa debitur yang kami perlu investigasi lebih lanjut. Dari situ terlihat ada angka-angka yang kurang wajar, terutama pada piutang. Kami investigasi, verifikasi, ternyata angka-angka yang disajikan tidak benar," tutur Rohan.

Ada lima perusahaan sekaligus debitur Bank Mandiri kala itu yang datanya dicurigai tidak benar. Salah satunya, PT TAB. Hasil investigasi tersebut dilaporkan Bank Mandiri ke Kejaksaan Agung.

Belakangan terungkap ada kerja sama PT TAB dengan oknum karyawan Bank Mandiri Cabang Bandung yang berujung pembobolan dengan dalih pemberian kredit tambahan.

"Waktu itu kami juga sampaikan kalau ada orang Mandiri yang merekayasa angka itu di data-data yang disajikan, kami juga akan memberi tindakan," tutur Rohan.

Berdasarkan data awal, total kerugian negara akibat pembobolan tersebut sebesar Rp 1,4 triliun atau setara dengan nilai pemberian kredit kepada PT TAB kala itu. Namun, BPK memastikan kerugian negara bertambah jadi Rp 1,83 triliun setelah dihitung bunga dan dendanya.

Kejaksaan Agung sebelumnya juga telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, baik dari PT TAB maupun oknum karyawan dan pejabat Bank Mandiri yang diduga terlibat merekayasa data. Berkas perkara untuk penuntutan salah satu tersangka, yaitu Direktur PT TAB Rony Tedy, ditargetkan rampung dalam pekan ini. (Penulis : Andri Donnal Putera/KOMPAS)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Begini Asal Mula Kasus PT TAB yang Bobol Bank Mandiri Rp 1,83 Triliun"

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help