Kabar Dunia

Amerika Ancam Beri Sanksi Berat, Presiden Iran Balas Jawaban Menohok Ini

Ancaman memberikan sanksi berat sepanjang sejarah Teheran itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Amerika Ancam Beri Sanksi Berat, Presiden Iran Balas Jawaban Menohok Ini
AFP PHOTO
Presiden Iran Hassan Rouhani saat menyampaikan pidatonya di hadapan Parlemen, di Teheran, Selasa (15/8/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, TEHERAN - Amerika Serikat melalui Presiden Donlad Trump telah menyatakan keluar dari kesepatan nuklir Iran.

Pasca keputusan itu, Amerika kemudian mengeluarkan pernyataan akan memberikan sanksi berat kepada Iran atas program nuklir yang dijalankan negara itu.

Ancaman memberikan sanksi berat sepanjang sejarah Teheran itu disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

Presiden Iran Hassan Rouhani langsung menepis ancaman Pompeo yang disampaikan  Senin (21/5/2018).

Baca: Trump Sebut Sebagai Bencana dan Keluar dari Perjanjian Nuklir Iran, Ini yang Bakal Terjadi

Baca: Duel Maut Ayah vs Anak Kandung, Keduanya Tewas

Baca: Sehari Menjelang Soeharto Lengser 20 Tahun Lalu, Ini Cerita yang Terjadi di Ruang Tamu Jalan Cendana

Rouhani mengatakan, seluruh dunia saat ini tidak akan lagi menerima Washington yang membuat keputusan atas nama mereka.

"Siapa Anda hingga dapat membuat keputusan untuk Iran dan dunia?" ujar presiden Iran dalam pernyataannya yang dikutip sejumlah kantor berita Iran.

"Dunia kini sudah tidak menerima AS yang mengambil keputusan atas nama mereka. Setiap negara memiliki kemerdekaan masing-masing," tambah Rouhani.

Pernyataan Rouhani tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas pidato Pompeo sebelumnya yang mengancam bahwa AS akan menjatuhkan sanksi terberat dalam sejarah terhadap Iran.

AS akan menjatuhkan sanksi tersebut kecuali Teheran bersedia menyepakati 12 tuntutan berkenaan dengan kebijakan regional dan program nuklir mereka.

Namun Rouhani menolak usul pemerintahan Trump dengan menyebutnya sebuah kemunduran 15 tahun ke belakang dan hanya mengulang pernyataan pada 2003.

"Warga Iran telah mendengar pernyataan itu ratusan kali dan sudah tidak lagi memperhatikannya," kata Rouhani dilansir AFP.

AS yang memutuskan keluar dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 menuai kecaman dari pemimpin negara-negara Eropa.

Kritikan juga disampaikan pemerintah Rusia dan China yang berjanji akan mempertahankan kerja sama perdagangan dengan Iran.

"Dunia sudah tidak menerima logika di mana seorang pria yang dulunya kepala dinas mata-mata memutuskan untuk orang lain," kata Rouhani, mengacu pada Pompeo yang merupakan mantan kepala CIA. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : Presiden Iran Tepis Ancaman Sanksi "Terberat" AS, https://internasional.kompas.com/read/2018/05/22/12371591/presiden-iran-tepis-ancaman-sanksi-terberat-as.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help