Kabar Palangkaraya

Jelang Ramadan, Kompleks Pemakaman Muslim Jadi Pasar Dadakan

Menjelang 1 Ramadan, aktivitas di sekitar kompleks pemakaman muslim Jalan Tjilik Riwut kilometer 2,5 Palangkaraya, terlihat ramai.

Jelang Ramadan, Kompleks Pemakaman Muslim Jadi Pasar Dadakan
Istimewa
Peziarah di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut kilometer 2,5 Palangkaraya menjelang Ramadan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Menjelang 1 Ramadan, aktivitas di sekitar kompleks pemakaman muslim Jalan Tjilik Riwut kilometer 2,5 Palangkaraya, terlihat ramai.

Keadaan ini dirasakan sejak dua hari terakhir. Itu karena, banyak umat Islam di Kota Palangkaraya yang memanfaatkan waktu untuk berziarah ke makam keluarga dan teman.

"Kalau menjelang puasa dan Idulfitri, terjadinya lonjakan peziarah memang biasanya lebih banyak. Apalagi sore nanti," ujar Abah Jali, satu penjaga makam.

Pantauan Tribunkalteng.com, Rabu (16/5/2018), banyaknya peziarah yang datang ke kawasan Tempat Pemakaman Muslim berlangsung sejak pagi.

Suasana di kawasan Tempat Pemakaman Muslim Jalan Tjilik Riwut kilometer 2,5 Palangkaraya, Rabu (16/5/2018) yang berubah menjadi pasar dadakan.
Suasana di kawasan Tempat Pemakaman Muslim Jalan Tjilik Riwut kilometer 2,5 Palangkaraya, Rabu (16/5/2018) yang berubah menjadi pasar dadakan. (tribunkalteng.com/mustain khaitami)

Baca: Adab dan Tata Cara Ziarah ke Makam Orangtua, Awas Terinjak Makam

Baca: VIDEO: Polisi Sedang Kejar-kejaran dengan Terduga Teroris, 4 Ditembak Mati, 3 Kabur, Mencekam!

Baca: Serangan Bom Mobil di Polda Riau: Tiga Teroris Ditembak, 2 Jurnalis Terluka, 1 Polisi Dibacok

Tak sedikit dari mereka yang datang dari luar daerah yang mengaku hanya karena ingin bertemu keluarga sekaligus memanfaatkan momen itu dengan menziarahi makam orangtua atau keluarga yang telah meninggal dunia.

Fenomena ini pun menjadi momen yang menguntungkan bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan TPU. Antara lain mereka memanfaatkannya dengan berjualan bunga tabur, gorengan, dan mainan anak-anak.

Banyaknya pedagang yang berjualan, menimbulkan kesan kawasan makam berubah drastis bak pasar dadakan.

Bagi anak-anak sekitar kompleks pemakaman, banyaknya pengunjung juga memberikan keuntungan tersendiri karena mereka dapat uang tambahan dengan menjadi petugas pembersih makam dari peziarah. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help