Teror Bom di Surabaya

Pelaku Bom Polrestabes Surabaya Bonceng Seorang Wanita dan Anak Kecil

Terdapat dua motor yang mendatangi Polrestabes Surabaya, dalam video tersebut terlihat seorang wanita yang dibonceng dan ada pula anak kecil.

Pelaku Bom Polrestabes Surabaya Bonceng Seorang Wanita dan Anak Kecil
Istimewa
Korban selamat 

TRIBUNKALTENG.COM - Usai meledakkan tiga gereja di Surabaya dan di rumah susun (Rusun) Wonocolo, Taman Sidoarjo, kelompok teroris meledakkan Mapolrestabes Surabaya

Ledakan terjadi pukul 08.50 WIB. 

Ledakan tersebut terjadi di depan di luar gapura Mapolrestabes Surabaya.

Belum diketahui lokasi persis terjadinya ledakan dan adanya korban dalam peristiwa tersebut.

Baca: Setelah di Gereja dan Rusunawa, Bom Meledak di Mako Mapolrestabes Surabaya, Polisi Jadi Korban

Baca: Liga Inggris 2017-2018, Ini Catatan 5 Rekor Hebat Mohamed Salah

Baca: Baku Tembak Terjadi Usai Bom Meledak di Polrestabes Surabaya

Kondisi area pintu masuk Polrestabes Surabaya yang mendapat serangan bom pada Senin (14/5/2018).
Kondisi area pintu masuk Polrestabes Surabaya yang mendapat serangan bom pada Senin (14/5/2018). (Istimewa)

Dari pantauan cctv ledakan berasal dari kendaraan roda dua.

Terdapat dua motor yang mendatangi Polrestabes Surabaya, dalam video tersebut terlihat seorang wanita yang dibonceng dan ada pula anak kecil.

Anak kecil tersebut berhasil diselamatkan oleh pihak kepolisian.

Polisi telah memastikan jika ledakan tersebut berasal dari bom.

Untuk sementara beberapa sekolah diliburkan guna pengamanan.

Suasana di Polrestabes Surabaya masih tegang dan pihak kepolisian terus tingkatan penjagaan.

Polisi juga melakukan sterilisasi area tersebut.

Para karyawan yang ada di sekitar Mapolrestabes Surabaya dihimbau untuk masuk dan mengamankan diri di dalam kantor untuk sementara baru.

Sampai saat ini sudah ada tiga ambulance yang berjaga di sekitar Mapolrestabes Surabaya.

Dalam konferensi persnya, Mapolda Jatim menghimbau agar para masyarakat tidak takut dengan banyaknya kejadian yang belakangaan ramai terjadi.

"Jika penyarangan ini ditijukan untuk membuat para polisi di Mapolrestabes Surabaya takut, maka kami tidak akan pernah takut dengan ancaman seperti ini," ujar Mapolda jatim saat konferensi pers pagi ini.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved