Marhaban Ya Ramadan

Bermaaf-maafan Menyambut Awal Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Hukumnya

Secara umum saling bermaafan itu dilakukan kapan saja, tidak harus menunggu even Ramadhan atau Idul Fithri

Bermaaf-maafan Menyambut Awal Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Hukumnya
net
Ilustrasi

TRIBUNKALTENG.COM - Ada tradisi di Indonesia menyambut datangnya bulan Ramadhan yakni bermaaf-maafan. Hal ini dilakukan baik secara langsung atau melalui media sosial dan lainnya.

Nah, apakah hukum bermaaf-mafan sebelum memasuki bulan Ramadhan?

Pertanyaan ini dijelaskan oleh Ustadz Ahmad Sarwat LC MA yang dikutip Rumah Fiqih Indonesia, Juni 2015 lalu seperti ini :

Sepanjang apa yang kami ketahui, sampai saat ini -wallahu a'lam- kami masih belum menemukan nash hadits yangmenyebutkan bahwa Rasulullah SAW memerintahkan atau mencontohkan kita untuk saling bermaafan, khususnya pada saat menjelang masuknya bulan Ramadhan.

Baca: Dikurangi Menjadi 32,5 Jam per Minggu, Ini Jam Kerja PNS yang Ditetapkan Selama Ramadan

Baca: Dulu Diejek, Disebut Anak Setan dan Diasingkan, Kini Nasib Dua Bersaudara Ini Berubah Drastis

Baca: Diduga Mau Menusuk Anggota Brimob, 2 Perempuan Ditangkap Bawa Benda Tajam

Entahlah barangkali ada ustadz atau ulama hadits yang menemukan dalilnya. Tentu kalau ada dan shahih serta eksplisit redaksinya, kita pun perlu untuk melakukannya.

Adapun bermaaf-maafan secara umum, tidak terkait dengn masuknya bulan Ramadhan, sudah tidak perlu dipermasalahkan lagi. Begitu banyak dalil untuk meminta maaf dan memberi maaf. Salah satunya adalah firman Allah SWT berikut ini:

Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS. Al-Baqarah: 109)

Demikian juga di dalam ayat lain disebutkan bahwa memaafkan orang lain adalah sifat orang bertaqwa. Sementara tujuan kita berpuasa adalah juga agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.(QS. Ali Imran: 132-133)

Di dalam ayat lain, disebutkan bahwa memaafkan kesalahan orang lain itu mendekatkan kita kepada sifat taqwa. Dan taqwa adalah tujuan dari kita berpuasa.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help