Kabar Kalsel

Kamarnya Dihancurkan Lalu Diusir, PSK Tua Batubesi Ini Pura-pura Stres

Imah kena ciduk giat Penertiban praktik prostitusi di Banjarbaru gencar terus dilakukan petugas.

Kamarnya Dihancurkan Lalu Diusir, PSK Tua Batubesi Ini Pura-pura Stres
Banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru membongkar rumah yang di tempati PSK Imah di Kawasan Batubesi. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARBARU - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru melaksanakan tindaklanjut rumah yang di tempati oleh PSK Imah dan langsung dibongkar.

"Adapun perjanjian pembongkaran kamar dengan waktu sampai dengan hari Senin 14 Mei 2018 sudah dibongkar dan PSK langsung diusir dari tempat tinggal rumah tersebut atas permintaan pemilik rumah tersebut," ucap Kasatpol PP Banjarbaru Marhain Rahman, Kamis (10/5).

Imah kena ciduk giat Penertiban praktik prostitusi di Banjarbaru gencar terus dilakukan petugas.

Pada Senin (7/5), satpol PP Banjarbaru menyisir eks lokalisasi Batubesi. Satu PSK diciduk dan petugas menemukan 25 alat kontrasepsi.

Baca: Tak Puas Pelayanan Wanita PSK yang Dibayarnya, Arif Nekat Malah Lakukan Hal Konyol Ini!

Baca: Satu Polisi Masih Disandera, Negosiasi dengan Tahanan Rutan Mako Brimob Tengah Berlangsung

Baca: Mengaku Punya Ilmu Ini, Syahrial Ingin Jadi Negosiator dengan Tahanan Rutan Mako Brimob

PSK itu berbelit-belit saat itu, bahkan menangis meronta berpura-pura stres. Modus untuk kelabui petugas. PSK itu dikenal Imah umurnya 48 tahun.

"Meski berbelit akhirnya menyaku sebagai PSK," ucap Kasatpol PP Banjarbaru Marhain Rahman.

Dia cuma tarif Rp 100 ribu untuk satu kali kencan. Selasa (8/5) digelar sidang. Sidang tipiring pelanggaran pasal 3 ayat (1) huruf b perda nomor 6 tahun 2002 tentang pemberantasan Pelacuran dengan tersangka an.

Ada pun hasil keputusan Hakim hukuman, menjatuhkan pidana kurungan 1 bulan dengan ketentuan pidana tersebut tidak dijalani dalam masa waktu percobaan selama tiga bulan. (banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help