Bisnis di Era Digital, Solusi Kebutuhan Masyarakat

Melalui Temu Respondrn 2018 yang mengusung tema Bisnis di Era Digital, pelaku usaha diharapkan dapat memahami peluang tersebut.

Bisnis di Era Digital, Solusi Kebutuhan Masyarakat
tribunkalteng.com/khaitami
CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno yang dihadirkan sebagai pembicara dalam Temu Responden 2018 terkait Bisnis di Era Digital, Rabu (9/5/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Era digital telah mengubah perilaku individu. Bahkan bagi sebagian kalangan, era ini ternyata cukup memberi peluang menjanjikan dalam membangun jaringan usaha.

Hal ini pula yang menjadi latar belakang Bank Indonesia Perwakilan Kalteng dalam upaya menggugah pelaku usaha di daerah ini lebih memanfaatkan kesempatan tersebut.

Melalui Temu Respondrn 2018 yang mengusung tema Bisnis di Era Digital, pelaku usaha diharapkan dapat memahami peluang tersebut.

"Indonesia merupakan negara pengguna smarphone terbesar ketiga di dunia. Tapi masih ada yang justru belum punya rekening di bank ketimbang punya smartphone," ujar CEO Jouska Aakar Abyasa Fidzuno yang dihadirkan sebagai pembicara.

Baca: iPad dan Android Pengaruhi Belanja Online

Baca: Dikurangi Menjadi 32,5 Jam per Minggu, Ini Jam Kerja PNS yang Ditetapkan Selama Ramadan

Baca: Meringis Kesakitan saat Ujian, Peserta SBMPTN Ini Melahirkan di Toilet

Menurut Aakar, masyarakat saat ini lebih dahulu mengetahui perkembangan harga karena informasi yang disediakan melalui fasilitas digital. Tak heran, perilaku ini juga menuntut pelaku usaha menggunakan strategi.

Lalu, bagaimana memanfaatkan teknologi digital dalam berbisnis?

"Karena perilaku masyarakat berubah, maka cara bisnis pun berubah," kata Aakar.

Dalam kasus ini, Aakar menyebut ada beberapa konsep yang bisa diterapkan dalam berbisnis di era digital.

Antara lain mengindentifikasi masalah yang sedang terjadi seperti keperluan masyarakat, menciptakan solusi yang inovatif, serta model bisnis berkelanjutan dan ambisius.

"Dalam hal ini, pelaku usaha juga harus mampu menghitung neraca laba rugi. Kita harus mengerti benar untuk itu apa dan rugi itu apa. Jadi satu-satunya jalan adalah menguasai finance," timpal Aakar. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help