Kabar Dunia

Ada Tugas Besar Usai Perdamaian Korea, Ini Kata Anggota DPR Asal Kalteng

Kedua pemimpin bersepakat mengakhiri Perang Korea, yang ditandai gencatan senjata pada 1953

Ada Tugas Besar Usai Perdamaian Korea, Ini Kata Anggota DPR Asal Kalteng
hani.co.kr
Kim Jong Un kunjungi Korea Selatan 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Berakhirnya silang sengketa yang sudah berlangsung sepanjang lebih dari enam dekade antara Korea Utara dan Korea Selatan, menjadi babak baru bagi perdamaian di kedua negara itu.

Namun pasca penandatanganan kesepakatan damai antara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, Jumat (27/4/2018) itu, kerja besar baru saja dimulai.

Demikian diungkapkan anggota Group Kerja Sama Bilateral (GKSB) Korea Selatan, Hamdhani.

Anggota DPR RI yang merupakan kader dari Kalteng ini berpendapat, dunia internasional tetap harus mendorong tercapainya perdamaian yang permanen di Semenanjung Korea tersebut.

Baca: Bahas Penangguhan Uji Coba Nuklir, Kim Jong Un Bawa Toilet Pribadi ke Korea Selatan

Baca: Jalan Bukit Rawi Terendam, Begini Curhatan Gubernur Kalteng

Baca: Hatchback dengan Tenaga Besar, Inilah Varian Volkswagen Polo VRS

"Kita semua bersyukur karena Korea Selatan-Korea Utara telah terjalin. Tapi dunia juga tetap harus mendorong agar tercapai perdamaian yang permanen di Semenanjung Korea dengan bersama-sama mengatasi berbagai tantangan yang ada," kata Hamdhani kepada Tribunkalteng.com dari Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Dikatakan, kesepakatan damai yang ditandai dengan penandatanganan antara Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un merupakan pertemuan puncak dari sejumlah pembicaraan.

"Perdamaian yang permanen harus tercipta, antara lain untuk memastikan tak ada lagi ancaman senjata nuklir, wujudkan denuklirisasi, selain agar terjamin kemaslahatan di Semenanjung Korea," kata anggota Fraksi Partai NasDem ini.

Seperti diketahui, perdamaian Korea Selatan-Korea Utara itu menandai berakhirnya perseteruan panjang mereka selama hampir 65 tahun.

Kedua pemimpin bersepakat mengakhiri Perang Korea, yang ditandai gencatan senjata pada 1953 namun tak pernah dinyatakan secara resmi berakhir.

Dalam pertemuan itu, Moon dan Kim juga menyepakati denuklirisasi Semenanjung Korea seperti sejak lama diminta oleh dunia internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help