Kabar Kalimantan

TNI AL Periksa Kapal Vietnam di Nunukan, Ditemukan Beras Tanpa Rekomendasi Kesehatan

Sedangkan empat kapal Filipina masih melakukan pelanggaran kecil seperti tidak lengkapnya alat navigasi, radio yang rusak serta

TNI AL Periksa Kapal Vietnam di Nunukan, Ditemukan Beras Tanpa Rekomendasi Kesehatan
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Aparat gabungan melakukan pemeriksaan terhadap kapal berbendera Vietnam, Hoang Minh Nhat Co Stock, di Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan, Senin (23/4/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, NUNUKAN - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan, Letkol Laut (P) Machri Mokoagow memastikan pihaknya tidak menemukan barang larangan dan terbatas termasuk narkotika pada kapal berbendera Vietnam, Hoang Minh Nhat Co Stock dan empat unit kapal kayu berbendera Filipina.

Kelima unit kapal yang diamankan TNI Angkatan Laut saat hendak bongkar muat barang di Perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Rabu (18/4/2018) itu, telah diperiksa selama tiga hari di Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan dengan melibatkan lintas instansi.

"Kami lakukan pemeriksaan sebagai tugas AL di perbatasan. Sejauh ini kami belum menemukan barang yang melanggar hukum di kapal tersebut," ujarnya, Selasa (24/4/2018).

Dia mengatakan, kapal- kapal tersebut telah dilengkapi dengan legalitas yang diketahui dari laporan Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan maupun Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Nunukan.

Baca: Kapal Jurusan Nunukan-Tawau Malaysia Terbakar

Baca: Pelakor Gerebek Suami Lagi Berduaan, Jambak dan Cakar Leher Istri Sah, Begini Lanjutan Kisahnya!

Baca: Bebas dari Asap Kendaraan, Asap Beraroma Sate Malah Penuhi Bundaran Besar

Meskipun begitu, masih ditemukan sejumlah pelanggaran misalnya saja beras yang diangkut kapal berbendara Vietnam itu belum mendapatkan rekomendasi kesehatan dari Balai Karantina.

Sedangkan empat kapal Filipina masih melakukan pelanggaran kecil seperti tidak lengkapnya alat navigasi, radio yang rusak serta anak buah kapal yang tidak bisa mengoperasikan Global Positioning System. (GPS)

"Clear semua. Tetapi surat tujuan itu keliru. Agen pelayaran mengajukan komplain ke Vietnam dan telah diperbaiki suratnya. Bukan Labuan tujuannya tetapi pelabuhan Sungai Nyamuk Sebatik untuk transhipmen," katanya.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved