Lokasi Car Free Day di Bundaran Besar

Bebas dari Asap Kendaraan, Asap Beraroma Sate Malah Penuhi Bundaran Besar

Para pedagang makanan dan minuman yang awalnya sedikit, saat ini semakin banyak yang menggelar dagangannya,

Bebas dari Asap Kendaraan, Asap Beraroma Sate Malah Penuhi Bundaran Besar
tribunkalteng.com/faturahman
Pedagang memadati lokasi Car Free Day Bundaran Besar Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Konsep lokasi awal hingga Kawasan Bundaran Besar dijadikan sebagai tempat olahraga tersebut, karena di lokasi bundaran tersebut merupakan titik tengah Kota Palangkaraya, Kalteng.

Lokasi tersebut dulunya bukan hanya sebagai tempat olahraga tapi juya sebagai tempat rekreasi, khususnya pada malam minggu, namun karena banyak warga yang memang suka berolahraga di kawasan bundaran tersebut,l.

Terutama pagi di hari minggu membuat pemerintah Kota Palangkaraya, kemudian menjadikan lokasi tersebut sebagai lokasi bebas asap kendaraan dan khusus untuk lokasi olahraga pagi hari, minggu.

Setelah ditetapkan sebagai lokasi car free day (CFD ) warga yang datang ke lokasi tersebut tampak semakin banyak dan terus bertambah sehingga lokasi tersebut terutama hari minggu sangat padat, hingga saat ini, jalan penuh buian hanya oleh orang juga pedagang.

Baca: Layaknya Pasar Kumuh di Antara Pengunjung, Lalu untuk Olahraga?

Baca: Termasuk Malam Afdal, Ini Amalan Khusus Malam Nisfu Syaban Menurut Abah Guru Sekumpul

Baca: Ingat Siswi SD yang Kecanduan Seks? Begini Kondisinya Terkini

"Jangankan untuk olahraga lari, jalan pun sudah susah, saking banyaknya orang, apalagi saat ini pedagang kaki lima semakin banyak yang nongkrong ditempat tersebut untuk menjajakan barang maupun makanan dan minuman yang dijual,"ujar Erfina, warga Jalan Muda Karya, Palangkaraya, Minggu (23/4/2018).

Para pedagang makanan dan minuman yang awalnya sedikit, saat ini semakin banyak yang menggelar dagangannya, sehingga trotoar jalanan bukan lagi milik pejalan kaki tapi milik pedagang kaki lima yang seenaknya mengambil tempat.

Terlebih pedagang makanan, seperti pedagang sate mereka membuat kawasan itu penuh asap berbau sate. Padahal kawasan itu dijadikan lokasi bebas asap.

"Bundaran memang sudah tidak cocok jadi tempat olahraga, karena pedagang yang berjualan sudah mendominasi menguasai tempat bermain dan berolahraga, harusnya ditata lebih baik lagi," ujarnya. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help