Kalteng Kita

Terkendala Lahan, Begini Kondisi Terakhir Pembangunan Jaringan PLN Sampit-Pangkalanbun

Pembangunan jaringan yang sempat terhambat karena beberapa titik lokasi tower transmisi belum dapat digunakan

Terkendala Lahan, Begini Kondisi Terakhir Pembangunan Jaringan PLN Sampit-Pangkalanbun
tribunkalteng.com/faturahman
Rapat membahas kelistrikan Kalselteng di Palangkaraya atara manajemen PLN Kalselteng dengan Pemprov Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Upaya pihak PT PLN Kalselteng untuk memperluas jaringan listrik PLN dari Kalimantan Selatan, Tengah, Barat, Timur dan Utara, hingga, Sabtu (21/4/2018) masih saja mengalami kendala.

Jika sebelumnya, jaringan PLN mengalami kesulitan dalam pembangunan jaringan koneksitas dari Muara Teweh ke Buntok, dan Buntok ke Tanjung (Kalsel) hingga masuk ke sistem Kalselteng, kini sudah dapat teratasi.

Pembangunan jaringan yang sempat terhambat karena beberapa titik lokasi tower transmisi belum dapat digunakan akibat terkendala pembebasan lahan dan ganti rugi tanam tumbuh, saat ini sudah beres.

Baca: Minta Proyek 35.000 MW Dievaluasi, Fadli Zon: Beban PLN Mau Dilempar ke Konsumen

Baca: Penghuni Rudenim Balikpapan Mengamuk, 180 Petugas Gabungan Disiagakan

Baca: Host Indonesian Idol Ini Muncul di Materi Soal Ujian Sekolah, Ada yang Bisa Bantu Betulkan?

Sehingga, Pembangunan Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai 155 MW yang disiapkan untuk memperkuat Pasokan Listrik di Sistem Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, sudah tidak ada masalah.

Namun sebut, Manager Unit Pelaksana Proyek PLN Kalteng, Marwinsyah mengatakan, pihaknya masih mengalami kendala dalam pembangunan jaringan Kalselteng khususnya jalur Sampit-Pangkalanbun.

"Ada lima tower untuk pembangunan tapak towernya, belum beres dengan warga, khususnya untuk masalah ganti rugi lahan untuk pembangunan tapak towernya," ujarnya.

"Warga yang memiliki lahan di Kabupaten Seruyan, khusunya di Pembuang Hulu dan Desa Rungau, hingga saat ini, belum ada kesepakatan soal harga, sehingga kami akan melakukan konsinyasi dengan menitipkan uang kepada pengadilan untuk proses hukumnya, saat ini masih kami usahakan untuk musyawarah dulu," ujarnya. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved