Kabar Kalsel

Terindikasi Banyak Lokasi Layanan Pijat Plus Plus di Banjarmasin, Ini Alasan Petugas Belum Bertindak

Ia mengatakan ciri-ciri salon yang menawarkan jasa pijat plus-plus di Kota Banjarmasin ditemukan pada sejumlah salon di beberapa kawasan.

Terindikasi Banyak Lokasi Layanan Pijat Plus Plus di Banjarmasin, Ini Alasan Petugas Belum Bertindak
Isti Rohayanti
Petugas Satpol PP Kota Banjarmasin saat lakukan razia di salah salon di Banjarmasin. 

TRIBUNKALTENG.COM, BANJARMASIN - Keberadaan salon yang melayani pijat plus-plus di Kota Banjarmasin rupanya dianggap bukan rahasia lagi.

Sayang, hingga saat ini Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, khususnya bagian Pembinaan Masyarakat masih belum bisa membuktikan keberadaan salon tersebut.

Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Satpol PP Kota Banjarmasin, Ahmad Rasul mengatakan hingga saat ini keberadaan pijat plus-plus masih belum terbukti. Namun beberapa salon terindikasi bahkan berpotensi melakukan pelayanan tersebut.

Ia mengatakan ciri-ciri salon yang menawarkan jasa pijat plus-plus di Kota Banjarmasin ditemukan pada sejumlah salon di beberapa kawasan.

Baca: Insiden Kebocoran Data, 5 Jam Perwakilan Facebook Diperiksa Bareskrim Polri

Baca: Rahandini Minta Cerai, Situasi Daus Mini Tambah Runyam

Baca: PPATK Bingung Rekening First Travel Awalnya Rp 7 Miliar, Setelah Disita Kok Tinggal RP 1,3 Juta?

Semisal pada Jalan Pramuka, Pelambuan dan pada wilayah Kecamatan Banjarmasin Tengah, yakni Jalan Meratus dan Jalan Dahlia.

“Cara melihat salon terindikasi pijat plus plus yang pertama dari sisi tempat pelayanannya, yang cuma ada beberapa kursi, selain itu ada kamar bersekat, dan pakaian pelayannnya juga kurang wajar,” jelas Rasul.

Selain itu ciri lainya yang dikatakan Rasul ialah apabila salon itu menyediakan tempat atau ruangan khusus di bagian dalam. Bahkan juga keberadaan tempat pelayanan yang tidak sesuai dari banyaknya jumlah pelayan.

Hal yang paling membuat pihaknya curiga dikatakan Rasul ialah ketika kedatangan mereka seolah diawasi. Selain itu kadang ketika mereka datang, malah dilarang untuk menelusuri atau masuk ke dalam salon.

Bahkan ketika melaksakan survey, Rasul mengatakan pihaknya juga pernah mendapati tamu laki-laki yang meminta untuk perawatan. Namun kemudian tidak jadi karena kehadiran dirinya dan sejumlah petugas lainnya.

“Kemaren kami survey di Jalan Meratus dan memang terindikasi pijat plus-plus, dan memang ada tamunya laki-laki saat itu,” jelasnya. (BANJARMASINPOST.CO.ID/isti rohayanti)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help