52 Transaksi Mencurigakan Ditemukan Terkait Pilkada, PPATK: Banyak Dilakukan Incumbent

Transaksi tersebut melanggar batas maksimal sumbangan bagi perorangan dan institusi kepada peserta pilkada.

52 Transaksi Mencurigakan Ditemukan Terkait Pilkada, PPATK: Banyak Dilakukan Incumbent
Kompas.com
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badaruddin di Jakarta, Kamis (10/8/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Sebanyak 52 Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LKTM) terekam dalam penelusuran Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan ( PPATK).

Transaksi tersebut melanggar batas maksimal sumbangan bagi perorangan dan institusi kepada peserta pilkada.

"Misalnya ada ketentuan Rp 75 juta maksimum perorangan. Tapi tahu-tahu ada yang nyumbang Rp 200 juta. Itu salah dan mencurigakan. Terus kami memasang parameter di situ, hal-hal dan kata yang menjurus kepada tindak pidana pilkada," kata Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Namun, Kiagus mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah hal tersebut termasuk pidana.

Baca: PPATK Bingung Rekening First Travel Awalnya Rp 7 Miliar, Setelah Disita Kok Tinggal RP 1,3 Juta?

Baca: Pensiunan PNS Nikahi Gadis 17 Tahun, Yang Jomblo Jangan Ngiri!

Baca: VIDEO: Wajah Berubah Drastis dengan Riasan Makeup, Wow Jadi seperti Artis Korea!

Ia menyatakan PPATK telah melaporkan temuan tersebut kepada penegak hukum baik polisi dan kejaksaan yang berwenang menangani pidana pemilu maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terkait penanganan dugaan korupsi.

Ia menambahkan, beberapa LKTM berasal dari rekening petahana.

Ada pula transaksi mencurigakan yang berkaitan dengan rekening oknum penyelenggara pemilu.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help