TribunKalteng/

Kabar Dunia

Sebut Gagal Tembus Meriam Jadul Suriah, Rusia 'Ejek' Serangan Amerika

Jenderal Joseph Dunford, salah satu perwira tinggi ternama AS mengatakan, serangan tersebut menghantam tiga target.

Sebut Gagal Tembus Meriam Jadul Suriah, Rusia 'Ejek' Serangan Amerika
montase berbagai sumber
Vladimir Putin dan serangan Tomahawk dari Kapal Perang Amerika. 

Secara sepintas, laporan ini jelas 'menertawakan' serangan Donald Trump.

Menurut pernyataan Rusia, pasukan koalisi Amerika, Inggris, dan Perancis, sejatinya meluncurkan lebih dari 100 misil.

Tapi, menurut keterangan mereka, banyak rudal kiriman Amerika yang gagal kena sasaran.

Ternyata, rudal kiriman Amerika telah dicegat oleh meriam antiudara milik Suriah, yakni S-125, S-200, Buk dan Kvadrat.

c
Meriam Buk, buatan Rusia (DailyMail)

Asal tahu saja, semua persenjataan Suriah ini berstatus senjata jadul.

"Meriam antiudara Suriah S-125, S-200, Buk dan Kvadrat dipakai untuk menggagalkan serangan misil (semalam). Persenjataan ini dibuat di Soviet, lebih dari 30 tahun lalu," ujar Kemenhan Rusia.

Sebagaimana dikutip dari Tass, seorang perwira Rusia, Kolonel Jenderal Sergei Rudskoi, mengatakan, Suriah menggagalkan 71 dari 103 rudal yang ditembakkan Amerika dan sekutunya.

Rudal Mahal

Dalam menghantam ketiga fasilitas tersebut, Negeri "Paman Sam" menggunakan rudal penjelajah mereka, Tomahawk.

Rudal tersebut mampu terbang rendah untuk menghindari radar musuh.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help