Kabar Kapuas

Dilarang Bakar Lahan, Petani Ladang Berpindah di Kapuas Kehilangan Pekerjaan

Kades Lawang Tamang ini berharap bagaimana pemerintah memberikan solusi, sehingga warganya bisa bekerja seperti biasa.

Dilarang Bakar Lahan, Petani Ladang Berpindah di Kapuas Kehilangan Pekerjaan
TRIBUNKALTENG.com/jumadi
Kepala Desa Lawang Tamang, Pancar. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Larangan pemerintah membakar hutan dan lahan yang diberlakukan dua tahun yang lalu oleh Presiden RI Joko Widodo, membuat masyarakat petani berpindah-pindah, tepatnya di Desa Lawang Tamang, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas Kalteng menjadi pengangguran alias kehilangan pekerjaannya.

Keterangan itu disampaikan Kepala Desa Lawang Tamang, Kecamatan Kapuas Hulu, Pancar, kepada anggota DPR RI H Hamdhani, sekaligus di depan puluhan anggota kelompok tani yang hadir dalam pembagian akat pertanian, di halaman Dinas Pertanian, Kabupaten Kapuas, Jalan Pemuda Kota Kualakapuas, Rabu (4/4/2018).

Baca: Kena Deh! Pria Ini Ditangkap Gara-gara Bakar Lahan

Kades Lawang Tamang ini berharap bagaimana pemerintah memberikan solusi, sehingga warganya bisa bekerja seperti biasa.

"Kebiasaan sebagai petani ladang berpindah-pindah ini sudah lama dilakukan oleh puluhan warga Desa Lawang Tamang. Sehingga saya juga harus menanyakan ini kepada Bapak H Hamdhani selaku anggota DPR RI perwakilan Kalteng,"ungkap Pancar.

Dengan adanya larangan yang dipasang melalui spanduk di beberapa tempat, maka dirinya banyak menerima surat "Cinta" dari beberapa petani ladang berpindah.

Baca: Diculik dari Rumah, Bocah 13 Tahun Ini Lalu Diperkosa di Ladang Sawit

Isi surat "Cinta" itu antara lain berisi kalau dilarang membakar lahan untuk bertani, maka dari mana warga mendapatkan hasil untuk makan anak dan istri setiap hari.

H Hamdhani menyampaikan dan menjawab pertanyaan dari Kades Lawang Tamang bahwa untuk larangan membakar hutan dan lahan adalah perintah dari Presiden Joko Widodo.

Bahkan, katanya dari tingkatan atas, seperti panglima, komandan korem, komandan kodim spai danramil diwanti-wanti jangan sampai ada kecolongan ada warga yang membakar hutan atau lahan.

"Taruhannya adalah jabatan mereka dicopot," terang Hamdhani. (TRIBUNKALTENG.COM/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help