Bisnis dan Ekonomi

Kembangkan Klaster Cabai, BI Kalteng Rangkul Petani Kapuas

Untuk program ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng telah memiliki klaster binaan.

Kembangkan Klaster Cabai, BI Kalteng Rangkul Petani Kapuas
ibrahim ashabirin
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Upaya pengendalian inflasi melalui pengembangan klaster, masih menjadi program Bank Indonesia Kalteng. Bahkan pada 2018, program ini lebih diintensifkan.

Jika sebelumnya sebagian besar di Palangkaraya dan beberapa kabupaten lain, kali ini program dikembangkan ke Kabupaten Kapuas dan Pulangpisau.

Baca: Terungkap Konspirasi Jahat Melejitnya Harga Cabai, Ini Penyebabnya

"Dalam klaster komoditas inflasi, untuk pengembangan ekonomi masyarakat lokal (local economic development/LED) antara lain difokuskan pada 5 komoditas yang selama ini menjadi penyumbang inflasi terbesar, yakni daging ayam ras, daging sapi, padi, cabai, dan bawang merah," ujar Kepala Tim Advisori dan Pengembangan Ekonomi Setian, Kamis (5/4/2018).

Untuk program ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng telah memiliki klaster binaan. Salah satunya Koperasi Produsen Berkah Nusa Bakti di Desa Bentuk Jaya, Kabupaten Kapuas.

Baca: Kemaluan Selingkuhan Suami Disiram Cabai dan Lada, Netizen: Sama-sama Gatel!

"Klaster ini memiliki 22 anggota yang aktif melakukan pengembangan tanaman cabai rawit dengan luasan lahan sekitar 8,5 hektare dari 70 hektare yang mereka miliki," kata Setian.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PHPS) di Kota Palangkaraya hingga 4 April 2018, BI Kalteng mencatat harga cabai cenderung merangkak.

Tingginya level permintaan dan gangguan pada sentra produksi dinilai menjadi penyebab terjadinya peningkatan harga tersebut.

Baca: Larangan Ekspor Rotan Mentah Masih Berlaku, Begini Nasib Petani Rotan Katingan

Pengembangan klaster cabai rawit di Kapuas itu sendiri berlangsung sejak triwulan IV 2017 dengan pembinaan pelatihan budidaya serta pencegahan penyakit dilakukan dengan kerja sama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPPT) Kalteng.

Menurut Setian, klaster lain yang masih aktif mereka lakukan pembinaan juga pada kerajinan rotan di Kota Palangkaraya dan Pulangpisau.

Beberapa program pembinaan antara lain pelatihan, seminar pengembangan UMKM, sampai kepada fasilitasi pemasaran melalui keikutsertaan Festival Ekonomi Syariah di Kota Makassar dan Jakarta. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved