Kabar Kotawaringin Barat

Heboh Air Keluar dari Batang Pohon Berusia 500 Tahun yang Tumbang, Begini Kata Saksi Mata

Warga Kelurahan Kotawaringin Hulu ini juga sempat mengabadikan air yang keluar dari batang pohon melalui video di kamera ponselnya.

Heboh Air Keluar dari Batang Pohon Berusia 500 Tahun yang Tumbang, Begini Kata Saksi Mata
cakidur.wordpress.com
Pohon kedondong tua di kompleks makam Kyai Gede, konon pohon tersebut juga keramat. Buah kedondongnya besar-besar dan ketika berbunga bisa berbau harum maupun busuk.

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALANBUN - Kabar tentang pohon berusia sekitar 500 tahun yang tumbang dan mengeluarkan air di Kelurahan Kotawaringin Hulu, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kobar, Kalteng, sempat membuat warga setempat heboh.

Selain dianggap sebagai peristiwa langka, kejadian ini juga dinilai sebagai sebuah keistimewaan. Apalagi dalam cerita tutur masyarakat setempat, pohon yang disebut sebagai pohon kedondong itu telah hidup sejak zaman Kiai Gede mulai menyebarkan agama Islam di sana.

Baca: Pohon Berusia 500 Tahun di Kotawaringin Barat Tumbang, Batangnya Mengeluarkan Air!

"Awalnya sih kaget melihat air keluar karena ini jarang terjadi. Tapi bisa jadi, itu disebabkan batang pohon memiliki rongga yang menjadi tempat air tertampung," ujar Muhammad Husein Naparin kepada Tribunkalteng.com, Rabu (4/4/2018).

Warga Kelurahan Kotawaringin Hulu ini juga sempat mengabadikan air yang keluar dari batang pohon melalui video di kamera ponselnya.

Dia menyebut, tumbangnya pohon terjadi pada Senin (2/4/2018) sekitar pukul 14.00 WIB saat terjadi angin kencang disertai hujan.

Pohon kedondong tua di kompleks makam Kyai Gede, konon pohon tersebut juga keramat. Buah kedondongnya besar-besar dan ketika berbunga bisa berbau harum maupun busuk.
Pohon kedondong tua di kompleks makam Kyai Gede saat masih berdiri tegak. Konon pohon tersebut juga keramat. Buah kedondongnya besar-besar dan ketika berbunga bisa berbau harum maupun busuk. (cakidur.wordpress.com)

Baca: Dampak Listrik Padam, UNBK Hari Ketiga di Sekolah Ini Sempat Tertunda

Selanjutnya pada Selasa (3/4/2018), warga pun bergotong royong melakukan pembersihan batang pohon yang tumbang dan selama ini tumbuh di sekitar areal makam Kiai Gede tersebut.

"Kalau curahan airnya berlangsung sekitar satu menit. Kami hanya sempat mencuci tangan dari air itu," terang Husein.

Jarang Berbuah

Halaman
12
Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved