Kabar Dunia

AS dan Belasan Negara Eropa Kompak Usir Diplomat Rusia

Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan terkoordinasi atas serangan kimia warga negara Inggris dan putrinya yang disebut negara-negara Barat

AS dan Belasan Negara Eropa Kompak Usir Diplomat Rusia
The Guardian/Social Media
Sergei dan Yulia Skripal diduga diracun oleh agen-agen Rusia di Salisbury yang memicu reaksi keras AS dan belasan negara Eropa. 

TRIBUNKALTENG.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS), Kanada dan lebih dari selusin negara Uni Eropa mengusir sejumlah diplomat Rusia, perwira intelijen, dan pejabat lainnya.

Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan terkoordinasi atas serangan kimia warga negara Inggris dan putrinya yang disebut negara-negara Barat kemungkinan dilakukan oleh Rusia.

Baca: VIDEO: Kejang-kejang, Pemain Bola Asal Kroasia Lalu Terkapar dan Meninggal di Lapangan

Situs Wall Street Journal, Senin (26/3/2018) melansir, AS mengusir 60 warga Rusia yang diidentifikasi sebagai perwira intelijen, 48 staf dari kedutaan Rusia dan 12 dari misi permanen ke PBB.

Tindakan yang diambil oleh AS ini, selain sebagai bentuk dukungan terhadap Inggris, juga didorong atas rasa keberatan Gedung Putih terhadap "jumlah yang tidak dapat diterima" dari operasi Rusia di AS.

Pemerintah AS juga memerintahkan penutupan konsulat Rusia di Seattle yang dekat dengan fasilitas angkatan laut AS.

Baca: Daus Mini Tak Tahu Ada Sesuatu yang Pribadi di Tubuh Istrinya yang Baru Dinikahi

Di antara negara-negara Eropa yang mengusir diplomat Rusia adalah Jerman. Jerman diberitakan telah mengusir empat warga Rusia. Kemudian Polandia, Lithuania dan Denmark, yang juga menyatakan telah mengusir keluar masing-masing empat, tiga dan dua diplomat.

Sementara, Kanada mengusir empat staf diplomatik Rusia yang merupakan pejabat intelijen atau ancaman keamanan dari kedutaan di Ottawa dan Konsulat Jenderal di Montreal.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk memperingatkan bahwa pengusiran lebih banyak bisa dilakukan dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help