Kabar Kalsel

Kasus OTT Pungli Sertifikat Prona di HST, Dua dari Tiga Orang yang Diamankan Tak Terbukti

Sampai saat ini, Polres HSS masih mengamankan satu pelaku yang melakukan dugaan pungli untuk pengurusan sertifikat tanah Prona.

Kasus OTT Pungli Sertifikat Prona di HST, Dua dari Tiga Orang yang Diamankan Tak Terbukti
metrocrime.org
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, KANDANGAN - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) terhadap pungutan liar (pungli) sertifikat tanah program nasional (Prona) terus dikembangkan.

Sampai saat ini, Polres HSS masih mengamankan satu pelaku yang melakukan dugaan pungli untuk pengurusan sertifikat tanah Prona.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK mengatakan bahwa OTT yang dilakukan berawal dari adanya keluhan warga terkait adanya biaya pembuatan sertifikat tanah di wilayah Daha Selatan.

Baca: Pernah Didemo Gara-gara Goyang Ngebor, Inul Dinasihati dan Diangkat Anak oleh Guru Sekumpul

"Awalnya memang ada tiga orang yang diamankan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, dua orang dibebaskan karena tidak terbukti terlibat," katanya, Jumat, (23/3).

Satu pelaku yang diamankan itu terkait dengan pembuatan sertifikat tanah Prona pada 2017 lalu.

Baca: Jangan Malas Berdiri, Duduk Lebih dari 8 Jam Berisiko Kena Penyakit Berbahaya Loh!

Meskipun dua orang yang diketahui merupakan kakak dan adik pelaku sudah dilepaskan, namun pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus.

"Kemungkinan masih ada oknum tersangka lainnya. Mengingat adanya kemungkinan dugaan pelaku ada bekerjasama dengan rekannya atau kemungkinan petugas dari BPN HSS," ujarnya.

Baca: Resmi, IAIN Palangkaraya Menjadi Anggota Konsorsium Universitas Internasional

Sampai sejauh ini, pihaknya masih melakukan pengembangan kasus. Jadi masih ada kemungkinan adanya tersangka lain yang diduga ikut bermain pungli itu.

Mengingat ada kemungkinan hasil uang pungli tidak hanya pelaku sendiri yang menikmatinya.

Kemungkinan dibagi dengan oknum lainnya bisa saja terjadi.

Saat diamankan pelaku, dikatakannya tim Polres HSS juga mengamankan sebanyak 28 sertifikat tanah dari BPN HSS, selain uang tunai Rp 3 juta, beberapa buku tabungan, ponsel dan sejumlah berkas lainnya.

"Jadi kita masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus ini. Untuk sementara masih satu pelaku yang diamankan dengan inisial MR," tegasnya.

Sekadar diketahui, Polres HSS telah melakukan OTT di Desa Muning Baru Kecamatan Daha Selatan, HSS pada Kamis, (22/3) pagi.

Satu orang guru honorer madrasah di desa ini atas nama M Rusli akhirnya diamankan di Polres HSS dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (BANJARMASINPOST.CO.ID/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help