Ensiklopedia

Ogoh-ogoh Meriahkan Perayaan Nyepi Di Bali, Ternyata Ini Fakta Unik yang Ada di Baliknya

Hari Raya Nyepi merupakan perayaan untuk tahun baru umat Hindu. Perayaan Umat Hindu di Bali bisa berlangsung hingga beberapa hari.

Ogoh-ogoh Meriahkan Perayaan Nyepi Di Bali, Ternyata Ini Fakta Unik yang Ada di Baliknya
bobo.grid.id
Salah satu contoh Ogoh-ogoh dalam perayaan nyepi 

TRIBUNKALTENG.COM - hari ini , jatuh pada hari sabtu 17 Maret 2018 masyarakat Hindu merayakan Nyepi .

Hari Raya Nyepi merupakan perayaan untuk tahun baru umat Hindu. Perayaan Umat Hindu di Bali bisa berlangsung hingga beberapa hari.

Hari Raya Nyepi 2018 kali dirayakan selama dua hari, sejak hari Sabtu, 17 Maret hingga Minggu 18 Maret 2018.

Raya Nyepi dirayakan pada hari pertama kalender lunar Saka. Menurut Kalender Gregorian, Hari Raya Nyepi biasanya tiba di awal musim semi. Perayaan Umat Hindu di Bali bisa berlangsung hingga beberapa hari. Pada Malam Tahun Baru di Bali, ritual Bhuta

x
Ogoh-ogoh, Sebuah Tradisi Menjelang Nyepi di Bali oleh Ngurah Belayu - Kompasiana.com ()

Perayaan Hari Raya Nyepi identik dengan adanya ogoh-ogoh, yang sering ditampilkan dalam sebuah parade, festival, atau pawai. Banyak ogoh-ogoh yang terlihat di pawai diciptakan oleh kelompok pemuda dari desa-desa di Bali. Ogoh-ogoh yang paling mengesankan biasanya diciptakan oleh para seniman Bali.

Setelah ogoh-ogoh diciptakan, mereka dibawa ke sebuah parade jalan yang besar agar dilihat semua orang. Kembang api dan suar juga umumnya diluncurkan pada pawai jalanan Hari Raya Nyepi.

Banyak orang yang sudah mengerti bahwa ogoh-ogoh sudah berbentuk menyeramkan. Namun seperti dikutip dari beberapa sumber, salah satunya dari Bobo.grid.id ; berikut beberapa fakta uniknya:

1. Asal nama ogoh-ogoh

Tenyata ogoh-ogoh merupakan gambaran dari sosok butha kala yang diwujudkan dalam sebuah bentuk. Butha berasal dari kata “Butha” yang artinya sesuatu yang telah ada, sedangkan Kalla memiliki arti kekuatan atau energi.

Berdasarkan ajaran Hindu Dharma, butha kala telah menggambarkan kekuatan (Bhu) alam semesta serta waktu (kala) yang sudah tidak bisa diukur dan dibantahkan. Seperti dilansir dari Bobo, nama ogoh-ogoh sendiri berasal dari Bahasa Bali, yaitu “Ogah-ogah” atau sesuatu yang digoyang-goyangkan.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help