Jejak Presiden Soekarno di Palangkaraya

Gandeng Rusia, Presiden Soekarno dan Tjilik Riwut Bangun Jalan Sejauh 30 Km

Pahlawan Nasional asal Kalteng yang terkenal dekat Presiden Sukarno ini, terus berupaya membangun tanah kelahirannya ini

Gandeng Rusia, Presiden Soekarno dan Tjilik Riwut Bangun Jalan Sejauh 30 Km
tribunkalteng.com/faturahman
Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya, (patung Tjilik Riwut) ini dibangun oleh Negara Rusia, jalan ini kini, menjadi jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan semua Provinsi di Kalimantan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Ditetapkannya, Kota Palangkaraya sebagai Ibu Kota Kaimantan Tengah, yang sebelumnya Kalteng masih menyatu dengan Kalsel dan beribukota di Banjarmasin, tidak lepas dari kerja keras Gubernur Pertama Kalteng, Tjilik Riwut.

Pahlawan Nasional asal Kalteng yang terkenal dekat Presiden Sukarno ini, terus berupaya membangun tanah kelahirannya ini, agar bisa sejajar dengan provinsi lain di Indonesia untuk mengejar ketertinggalannya tersebut.

Baca: Berada di Tengah Gugusan Nusantara, Palangkaraya Kota Kepercayaan dan Alam

Sehingga berkat, kerja keras Tjilik Riwut yang saat itu diangkat sebagai Gubernur Pertama Kalimantan Tengah dan dukungan dari Presiden Soekarno akhirnya, dibangunlah jalan sejauh 30 kilometer oleh Rusia yang kini dikenal dengan nama Jalan Tjilik Riwut (Trans Kalimantan).

Belakangan, Palangkaraya, Kalteng kembali mencuat untuk dijadikan sebagai salah satu alternatif calon Ibu Kota RI, karena Ibu Kota Jakarta dianggap penduduknya sudah sangat padat dan seringnya terjadi banjir dan gempa bumi.

Baca: Palangkaraya Telah Lama Dicadangkan Ibu Kota RI, Tugu Soekarno Jadi Bukti Sejarah

Menanggapi ini, budayawan Kalteng, Prof KMA Usop yang juga adalah Mantan Rektor Universitas Palangkaraya, menginginkan, jika Palangkaraya memang dinilai layak jadi Ibu Kota RI harus dicarikan lokasi tersendiri lahanya agar tidak mengganggu tatanan kota yang sudah ada.

"Lahan untuk Ibu Kota RI itu, jangan menempel dengan Kota Palangkaraya yang ada saat ini, tapi carikan lokasi lain yang memang cocok yang bisa mengakses ke semua kabupaten di Kalteng dan juga mudah dijangkau untuk provinsi lainnya di Kalimantan," ujarnya.

Masukan Prof KMA Usop inipun diakomudir oleh Pemprov Kalteng yang kini telah mencadangkan lahan seluas 500 ribu hektare di tengah antara Palangkaraya, Katingan dan Gunungmas untuk lahan khusus alternatif lokasi pembangunan kantor dan sarana pendukung Ibu Kota RI tersebut. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved