Redupnya Industri Kerajinan Getah Nyatu

Kesulitan Bahan Baku, Pengusaha Getah Nyatu Terus Bertumbangan

Sehingga mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah. Dulu ada 10 pengrajin getah nyatu dan kini hanya tinggal 2 saja.

Kesulitan Bahan Baku, Pengusaha Getah Nyatu Terus Bertumbangan
Tribukalteng.com/jumadi
Beginilah proses pembuatan kerajinan getah nyatu. Bahan dasar getah nyatu dimasukkan ke dalam air mendidih (wajan) agar bisa lentur. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Kerajinan tradisional seperti getah nyatu di Kabupaten Kapuas, Kalteng, tampaknya mulai mengalami penurunan. Itu disebabkan sulitnya untuk mendapatkan bahan baku. Kalaupun ada jumlahnya sangat terbatas dan mahal.

Pada tahun 1980 an, sepanjang bantaran Sungai DAS Kapuas, Desa Dahirang Kecamatan Kapuas Hilir sempat menjadi pusat kerajinan getah nyatu dan banyak warga menggeluti keranjinan ini. Juga meningkatnya jumlah pekerja dari masyarakat sekitar.

Baca: Jadi Motivator di IAIN Palangkaraya, Ada Gelar Khusus Disiapkan Buat Istri Gubernur

Setelah berjalannya waktu, kerajinan getah nyatu seakan perlahan menghilang.

"Dulu kita sangat mudah mendapat bahan baku, tetapi sekarang semakin sulit dicari sehingga banyak pengrajin getah nyatu yang berhenti," ungkap pengrajin sekaligus pemilik UD Erwin.

Disebutkannya, kerajinan getah nyatu terancam punah karena sulitnya memperoleh bahan baku.

Sehingga mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah. Dulu ada 10 pengrajin getah nyatu dan kini hanya tinggal 2 saja. (BANJARMASINPOST.CO.ID/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help