Kabar Kalimantan

Pria Ini Mengaku Mengaku Polisi dari Malaysia, ''Aku ini Khalifah, Kau Penguasa Bumi Kah?''

Bukannya menurut untuk menjalani pemeriksaan sebagamaimana aturan yang berlaku, ia malah meracau tidak jelas.

Pria Ini Mengaku Mengaku Polisi dari Malaysia, ''Aku ini Khalifah, Kau Penguasa Bumi Kah?''
Yuotube
Bicara Ngawur Ketika Diperiksa Polisi. 

TRIBUNKALTENG.COM, SANGGATA - Seorang lelaki yang mengaku asal negeri Jiran berbicara ngelantur saat diperiksa Polisi Republik Indonesia, di Sangatta, Kalimantan Timur, kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Lelaki tersebut mengaku bernama Firman Saputra.

Dalam video yang diunggah oleh seorang Youtuber pada Selasa (6/3/2018), menunjukkan bahwa pemeriksaan terjadi pada malam hari.

Baca: Miliarder Negara Arab Tak Masuk Daftar Orang Terkaya di Forbes, Ternyata Segini Kekayaan Mereka

Video berdurasi dua menit tersebut mempertontonkan kecerewisan pria berbadan kurus kering yang mengaku sebagai Polisi Bulan Sabit.

"Kamu Polisi apa? Aku ini polisi Bulan Sabit dari Malaysia!" karangnya.

Bukannya menurut untuk menjalani pemeriksaan sebagamaimana aturan yang berlaku, ia malah meracau tidak jelas.

Bahkan ketika Polisi memegang tangan Firman, ia menuturkan bahwa di lengannya terdapat seekor makhluk naga yang melindunginya.

Baca: Demo Tolak UU MD3, Mahasiswa di Palangkaraya Kecewa Lalu Bakar Keranda

"Itu di situ ada naga, naga di situ kau pegang? Aku ini Khalifah, kau penguasa bumi kah?" tanya Firman.

Tidak berhenti disitu, lelaki diduga preman tersebut menanyakan gerangan nama polisi tersebut.

Yang membuat sang perekam menahan tawa, adalah saat Firman bertanya sambil bernyanyi seolah tengah memainkan drama musikal.

"Siapa namanya? Di mana rumahnya? Dimana rumahnya? Siapa Namanya?" tanya Firman sambil bernyanyi.

Artikel ini ditayangkan Tribunnews.com dengan judul: http://www.tribunnews.com/metropolitan/2018/03/09/bicara-ngawur-ketika-diperiksa-polisi-pria-berkumis-aku-ini-khalifah-kau-penguasa-bumi-kah

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help