Kabar Palangkaraya

Demo Tolak UU MD3, Mahasiswa di Palangkaraya Kecewa Lalu Bakar Keranda

Padahal menurut, mahasiswa, mereka sudah lapor sejak tiga hari sebelumnya, bahwa akan melakukan aksi penolakan pengesahan UUD MD3

Demo Tolak UU MD3, Mahasiswa di Palangkaraya Kecewa Lalu Bakar Keranda
tribunkalteng.com/faturahman
Aksi pendemo menolak pengesahan Undang-undang MD3 di depan Gedung DPRD Kalteng di Palangkaraya, Jumat (9/3/2018). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Aksi unjukrasa berbagai organisasi mahasiswa yang tergabung dalam gerakan rakyat kalteng peduli demokrasi yang menolak Pengesahan UU MD3, di Gedung DPRD Kalteng, Jumat (9/3/2018) kecewa berat.

Harapan sekitar 50 orang mahasiswa yang ingin bertemu dengan perwakilan pimpinan dan anggota DPRD Kalteng agar berdialog dengan mereka hanya sia-sia, karena ternyata tidak ada satupun anggota dewan yang masuk kantor.

c
Aksi pendemo menolak pengesahan Undang-undang MD3 di depan Gedung DPRD Kalteng di Palangkaraya, Jumat (9/3/2018). (faturahman)

Padahal menurut, mahasiswa, mereka sudah lapor sejak tiga hari sebelumnya, bahwa akan melakukan aksi penolakan pengesahan UUD MD3 tersebut di gedung DPRD Kalteng tapi malah semua wakil rakyat tersebut keluar daerah dan keluar Palangkaraya dengan alasan kunker.

Bahkan, saat mereka konvoi ingin masuk gedung DPRD Kalteng langsung di cegat oleh aparat kepolisian yang menahan mereka di depan pagar pintu masuk gedung DPRD Kalteng.

"Kami tidak bisa menyalurkan aspirasi karena tidak ada satu anggota dan pimpinan dewan pun, mereka selama ini rakyat yang bayar, ternyata selama ini hanya menghabiskan uang rakyat belaka, keluar daerah untuk jalan-jalan saja, buktinya foto-foto yang di share di Medsos, rata-rata di tempat wisata," teriak satu pendemo mahasiswa.

Akibatnya, mahasiswa pun marah yang kemudian membakar keranda mayat dan ban di jalan S Parman depan gerbang masuk gedung dewan hingga memaksa polisi untuk memadamkan api secara paksa dengan alasan tindakan pembakaran akan merusak fasilitas umum.

"Kami sangat kecewa, karena hari ini, tidak ada satupun anggota dewan yang masuk kantor, sebagai rakyat saat ini kami, seperti mengemis, sementara saat mereka mencari suara kepada kami menjanjikan hal yang muluk-muluk, kami sangat kecewa dengan mereka dan tak akan memilih lagi dalam Pileg mendatang,"ujarnya, M Redani, Husein Arif Hidayat orator aksi dan Ariffudin Koordinator aksi.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help