Kabar Dunia

Arab Saudi Keberatan Lantunan Banser 'Yaa Lal Wathon' di Masjidil Haram, SAS Institute Menyayangkan

Sejauh bacaan utama berupa dzikir telah dilakukan selingan seperti itu tidak bertentangan dengan Fiqih.

Arab Saudi Keberatan Lantunan Banser 'Yaa Lal Wathon' di Masjidil Haram, SAS Institute Menyayangkan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Direktur Said Aqil Siradj Institute, M. Imdadun Rahmat. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Ramai dalam ruang publik, perdebatan akan lantunan Ya Lal Wathon dalam rangkaian ibadah Umroh oleh sejumlah anggotta Banser.

Sebelumnya pembacaan teks Pancasila juga dilakukan oleh jamaah umroh dari Indonesia di Masy'a.

Hal ini diprotes oleh pemerintah Arab Saudi.

Duta Besar Indonesia untuk Saudi Arabia merespon nota keberatan itu dengan merilis pernyataan pers yang menjadi viral di medsos.

Baca: Dosen Wanita Pembuat Kabar Hoax Ini Menyebarkannya 150.000 Kali di Medsos, Ngakunya Iseng

Dubes Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, KBRI melindungi seluruh ekspatriat Indonesia di Saudi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Jika ada Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi yang melakukan tindakan di luar kepatutan dan norma-norma yang berlaku, maka akan diprotes pertama kali oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/2/2018).

Dubes RI untuk Saudi mengimbau, kepada seluruh ekspatriat Indonesia yang sedang atau akan berkunjung ke Arab Saudi, mematuhi peraturan, kepatutan dan norma-norma yang berlaku di Arab Saudi.

Baca: Kapal Pesiar Mewah dari AS Senilai Rp 3,5 Triliun Disita Mabes Polri, Diduga Terkait Kasus Ini

Statement itu mengundang beragam reaksi dari kalangan Nahdatul Ulama.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved