Kabar Palangkaraya

Mau Transaksi Sabu, Pengendar di Palangkaraya Bawa Anaknya

Pria yang diduga selama ini sudah sering menjual sabu tersebut, saat ditangkap polisi sedang membawa sebungkus sabu yang disimpan dalam kotak rokok.

Mau Transaksi Sabu, Pengendar di Palangkaraya Bawa Anaknya
TRIBUNKALTENG.COM/faturahman
Pelaku pengedar sabu Mar dan Yud, saat dibincangi Kapolres Palangkaraya AKBP Timbul RK Siregar di Polres Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Aksi nekat dilakukan Mar (43) seorang pengedar narkoba di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah yang menjadi target sasaran pihak kepolisian setempat.

Dia ditangkap polisi, Kamis (15/2/2018) saat mengendarai sepeda motor bersama anaknya ketika melaju di Jalan Soekarno, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya.

Pria yang diduga selama ini sudah sering menjual sabu tersebut, saat ditangkap polisi sedang membawa sebungkus sabu yang disimpan dalam kotak rokok.

Baca: Ngaku Jadi Pelakor dengan Pejabat, Artis Cantik Ini Dapat Petaka yang Menyakitkan

Lebih parah lagi, ketika ingin menjual sabu yang dibawa menggunakan sepeda motor tersebut, bapak ini nekat membonceng dua anaknya yang masih kecil-kecil.

"Tersangka Mar ini, kami tangkap yang pertama, dia saat itu sengaja diintai anggota ketika ingin menjual sabu kepada orang lain naik sepeda motor, dengan barangbukti sabu 0,35 gram," ujar Kapolres Palangkaraya, AKBP Timbul RK Siregar, Sabtu (17/2/3018).

Baca: Roro Fitria Mengaku Pernah Menyabu dengan Beberapa Artis, Inilah Pemasoknya

Menurut Kapolres ,AKBP Timbul RK Siregar, modus operandi penjualan sabu yang dilakukan oleh Mar tersebut dengan memanfaatkan anaknya, untuk mengelabui polisi saat berkendaraan ingin menjual barang haram tersebut kepada orang lain.

"Setelah Mar kami tangkap, ketika diintrogasi dia mengaku dapat barang haram tersebut dari Yud (41), sehingga petugas langsung memburunya hingga akhirnya dua pelaku ditangkap," ujarnya. (TRIBUNKALTENG.COM/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help