TribunKalteng/

Ensiklopedia

Berakhir Tragis, Ini Kisah Tragedi Cinta Pandangan Pertama Karla dan Paul

Yang tidak orang-orang ketahui adalah ternyata keduanya menyimpan sebuah rahasia gelap. Rahasia mereka baru terungkap bertahun-tahun kemudian.

Berakhir Tragis, Ini Kisah Tragedi Cinta Pandangan Pertama Karla dan Paul
archieve 4pleb org
Cinta pada pandangan pertama yang berujung bencana. 

Pada 15 Juni 1991, Paul menculik seorang wanita bernama Leslie Mahaffey. Ia membawa wanita itu ke rumah mereka, kemudian memperkosanya selama beberapa hari.

Pasangan yang sakit jiwa itu merekam aksi mereka. Setelah keduanya selesai dengan Leslie, mereka memutilasi tubuh wanit malang itu, menyemennya, sebelum akhirnya dibuang ke danau.

Pada 29 Juni, sepasang suami istri yang sedang bermain di danau itu menemukan bagian-bagian tubuh dari Leslie.

Tanggal 29 Juni itu tidak hanya waktu penemukan potongan tubuh Leslie. Pada tanggal itu pula Karla dan Paul melangsungkan pernikahan mereka.

Pesta pernikahan mereka begitu terinci dimana keduanya naik sebuah kereta kuda. Para tamu yang datang ke pesta dijamu makanan yang luar biasa.

Sementara itu pihak kepolisian terus menyelidiki kasus Pemerkosa Scarborough. Mereke terus mengumpulkan bukti-bukti untuk menangkap pelakunya.

Seorang saksi mata membantu seniman membuat sketsa tersangka. Sedangkan seorang rekan kerja Paul menelepon polisi.

Polisi juga mengumpulkan sekaan dari air liurnya. Dan akhirnya, pada 1993, kecocokan pun ditemukan.

Karla menjadi waspada bahwa Paul akan segera ditangkap. Ia pun mengaku pada pamannya tentang semua kejahatan yang dilakukannya dan segera mencari seorang pengacara.

Karla mulai bekerjasama dengan polisi dalam memberi kesaksian untuk melawan Paul dan menyelamatkan dirinya dari hukuman berat.

Wanita itu dikenakan hukuman penjara selama 12 tahun. Ia mendapat kemungkinan pembebasan bersyarat setelah menjalani masa hukuman selama 3 tahun.

Bagaimana dengan suaminya, Paul Bernardo? Pria itu dikenai tuduhan sejumlah pemerkosaan dan pembunuhan dan mendapat ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Dalam persidangan Karla bermain sebagai seorang istri yang mengalami kekerasan rumah tangga. Ia juga mengaku tidak pernah menikmati setiap momen dari kehidupan bersama Paul.

Seorang pengacara Paul kemudian memberi bukti di persidangan sebuah video yang dibuat pasangan itu. Video itu memperlihatkan Karla yang gembira ketika melakukan kekerasan kepada korbannya.

Meskipun demikian, kesepakatan antara Karla dan kejaksaan telah dibuat. Wanita itu tidak bisa ditarik lagi ke persidangan.

Pada 30 Mei 2017, Karla Homolka dikeluarkan dari penjara. Ia sepenuhnya menjalani 12 tahun hukuman penjara.

Banyak orang percaya bahwa itu adalah sebuah kejahatan yang mengerikan yang telah melibatkan dirinya. Namun kini, ia telah bebas dan memulai sebuah kehidupan baru.

Ken Bernardo, ayah dari Paul, mengatakan kepada wartawan betapa sulitnya menjadi ayah dari seorang pembunuh terkenal. Meskipun demikian, ia tahu bahwa lebih sulit lagi bagi keluarga korban.

Semua orang terimbas dari tragedi yang mengerikan ini. Sebuah tragedi yang mengubah kehidupan mereka selamanya.

Ken selalu merasa bahwa anaknya disalahkan atas semua peristiwa yang terjadi. Ia pernah bilang, “Sejauh yang aku perhatikan, Karla terhindar dari masalah itu dan bebas tetapi itu adalah sebuah keseluruhan ceritanya.”

Ken benar-benar terganggu akan kenyataan Karla sekarang bebas, hidup di sebuah pulau di Guadalupe bersama suami baru dan anak-anaknya.

Ken menceritakan bagaimana putranya sering mendapat ancaman dibunuh. Selama di penjara, Paul dikurung di sel terisolasi dengan penjagaan 23 jam per hari, dan satu jam izin keluar ke halaman penjara.

Hal itu dilakukan demi keselamatan dirinya karena penjara bisa menjadi tempat yang benar-benar berbahaya.

Kini penjara dimana Paul dikurung bertahun-tahun telah ditutup dan ia dipindahkan. Kini ia dipenjara di Millhaven Penitentiary, dimana ia menjalani hukuman seumur hidupnya.

Ayah dan keluarganya tetap mengunjungi Paul dari waktu ke waktu. Sesuatu yang ia tidak akan menjaminnya sampai kapan.

http://intisari.grid.id/Unique/Others/Tragedi-Cinta-Pada-Pandangan-Pertama-Yang-Berakhir-Penjara-Dan-Sensasi-Media-Ceritanya-Sungguh-Tragis?page=all

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help