Kalteng Kita

Alamak! Masih Ada Lebih dari 126 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Kalteng

Sementara, program Rumah Murah yang digelontorkan dari pemerintah pusat masih belum sesuai dengan kebutuhan.

Alamak! Masih Ada Lebih dari 126 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Kalteng
tribunkalteng.com/khaitami
HM Hatta 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pemenuhan rumah layak huni di Kalimantan Tengah, masih menjadi persoalan. Itu karena, jumlah ketersediaan dengan kebutuhan belum seimbang.

Masalah ini pula yang diakui Pemprov Kalteng menjadi salah satu target penyelesaian. Sementara, program Rumah Murah yang digelontorkan dari pemerintah pusat masih belum sesuai dengan kebutuhan.

"Dari data yang ada pada kami, lebih dari 126 ribu rumah warga di Kalteng ini masih dikatakan belum layak huni. Itu didasarkan dari beberapa indikator yang menjadi tolok ukurnya," ujar Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Katleng HM Hatta kepada Tribunkalteng.com.

Baca: Sekolah di Kalteng Dilarang Gelar Valentine Day, Sekda Keluarkan Surat

Baca: Program Rumah Murah di Kalteng, Ini yang Dilakukan Dinas Perumahan

Jumlah ini cukup mencengangkan. Apalagi jika diperhitungkan dengan angka warga miskin di Kalteng yang masih berada pada kisaran 32 ribu.

Menurut Hatta, ada beberapa indikator sebuah rumah dikatakan tidak layak huni. Antara lain menyangkut klasifikasi luasan, sanitasi, konstruksi, lingkungan, dan lainnya.

"Itulah sebabnya kami terus mendorong upaya penyediaan rumah murah yang diharapkan bisa direalisasi oleh pemerintah kabupten/kota dengan penyediaan lahan agar menekan harga jual," timpal Hatta.

Pemerintah sendiri, melalui Kementerian Perumahan Rakyat memiliki program Bangunan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Program ini dalam bentuk pemberian bantuan Rp 15 juta kepada penghuni rumah tidak layak huni dan pada 2018 ini diproyeksi akan diterimakan kepada 3.500 warga. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help