TribunKalteng/

Kalteng Kita

Tak Hanya di Lokalisasi, Lokasi Ini Juga Marak Jadi Tempat Praktik Prostitusi di Kalteng

praktik ini juga menyebar pada sejumlah daerah yang kemudian menjadi lokasi prostitusi dan di antaranya beroperasi secara terselubung

Tak Hanya di Lokalisasi, Lokasi Ini Juga Marak Jadi Tempat Praktik Prostitusi di Kalteng
Istimewa
Kepala Dinas Sosial Kalteng Suhaemi 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Praktik prostitusi di Kalteng sudah menjadi penyakit masyarakat yang mengkhawatirkan. Bahkan tidak hanya di kompleks eks lokalisasi, kondisi ini juga ditemukan pada beberapa lokasi dan tempat hiburan.

Data dari Dinas Sosial Kalteng mencatat, 95 persen dari 838 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) yang menjadi obyek dari bisnis ini merupakan eks PSK Dolly Surabaya.

"Selebihnya yang 5 persen, ada yang berasal dari warga lokal dan sekitarnya," ujar Kepala Dinas Sosial Kalteng Suhaemi kepada Tribunkalteng.com.

Baca: Sudah Dinyatakan Bebas, Eks Lokalisasi Kalimati Kembali Ramai, Ini Langkah Dinas Sosial Kalteng

Di Kalteng sendiri, ada beberapa kompleks lokalisasi. Antara lain Kompleks Kalimati di Kotawaringin Barat, Kompleks Merong di Barito Utara, atau Bukit Sungkai Palangkaraya.

Namun kenyataannya, praktik ini juga menyebar pada sejumlah daerah yang kemudian menjadi lokasi prostitusi dan di antaranya beroperasi secara terselubung sebagai warung remang, tempat karaoke, atau lainnya.

Suhaemi mengakui, untuk melakukan penertiban terhadap lokasi atau kawasan yang disinyalir sebagai tempat praktik prostitusi merupakan sebuah hal yang sulit dilakukan.

Padahal berbicara kerentanan penyebaran penyakit di lokasi seperti itu sangat rawan, karena pada lokalisasi umumnya lebih terawasi oleh petugas kesehatan sedangkan pada lokasi jauh dari pengawasan.

Baca: Pesta Miras Berakhir dengan Perkelahian, Leher Teman Sendiri Ditebas Hingga Nyaris Putus

Yang menjadi dilema, setiap kali Dinas Sosial kabupaten/kota melakukan razia bersama Satpol PP dan kepolisian, kerap hasil yang dicapai tidak maksimal karena keburu bocor.

"Bicara soal prostitusi, kami sebenarnya tidak hanya berhadapan PSK. Banyak yang memiliki kepentingan di sana, seperti mucikari, pemilik barak atau kamar sewa, sampai pada pedagang yang berjualan di sekitarnya mendapatkan keuntungan," kata dia.

Pada beberapa kasus, mereka juga mendapati PSK yang sebenarnya telah dipulangkan ke daerah asal malah kembali datang untuk menjalani praktik tersebut.

Apalagi pada beberapa daerah seperti di kawasan perkebunan dan pertambangan, potensi bisnis syahwat cukup menjanjikan.

"Yang pasti, ini merupakan tantangan bagi kami dalam melakukan tindakan. Upaya untuk memanusiakan manusia sebenarnya terus dilakukan bahkan mereka yang bersedia meninggalkan pekerjaan seperti itu mendapat bantuan permodalan. Tapi semua kembali kepada masing-masing," ujar Suhaemi. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help