TribunKalteng/

Pengakuan Ibu Dua Anak yang Akui Gunakan Seks Toys, Katanya Begini Rasanya

Dewi mengatakan, tujuh bulan pertama berjauhan dari suaminya yang kerja di Kalimantan, ia masih bisa menahan diri.

Pengakuan Ibu Dua Anak yang Akui Gunakan Seks Toys, Katanya Begini Rasanya
pixabay
Ilustrasi 

Paling tidak ini sangat membantu dan mencegah terjerumus ke perselingkuhan.

"Daripada selingkuh dan rumah tangga hancur, kan kasihan anak-anak. Mendingan pakai alat itu. Paling tidak hasrat bisa terpuaskan sambil menunggu suami pulang," ucap Dewi.

Bantu Imajinasi

Memuaskan birahi dengan menggunakan alat bantu seks juga diakui Bagus (40).

Pria yang telah menduda sejak empat tahun karena berpisah dengan istrinya ini mengatakan, dirinya sangat terbantu memakai sex toy berbentuk kelamin perempuan.

Ia mendapatkan barang itu dari hasil berburu di toko online.

"Dulu saya punya satu, beli di toko kawasan Ubung Denpasar, tapi hilang. Akhirnya beli lagi di toko online. Awalnya beli satu saja untuk membuktikan kualitas barangnya. Karena bagus, lanjut beli lagi," tutur Bagus.

Dari hasil berburu sex toy, pria yang bekerja di perusahaan swasta ini mempunyai beberapa koleksi sex toy dengan aneka tekstur dan bahan.

Harga sex toy miliknya, kata Bagus, bervariasi mulai dari Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.

"Saya punya empat. Ada yang bisa getar, ada jenis empot-empot, dan ada yang berbahan silikon. Ada juga boneka selangkangan dan bisa dikempeskan. Saya sebetulnya ingin punya yang berbetuk boneka seukuran manusia," ucapnya.

Selain untuk memuaskan hasrat seksual, menurut Bagus, memakai sex toy mendatangkan kepuasan berbeda, karena bisa bebas berimajinasi.

"Kalau pakai alat, kita bebas berimajinasi. Membayangkan kalau itu `miliknya` artis perempuan A atau penyanyi B. Bebaslah. Tapi saya nggak sering-sering juga pakainya, karena kebetulan belum ada pasangan saja," ungkapnya.

Terkait kesehatan, Bagus menyatakan, yang terpenting diperhatikan adalah barang terjamin kualitasnya, terutama bahan yang dipakai sex toy.

Untuk mendapatkan alat tersebut, kata Bagus, sangat mudah dan banyak situs toko online yang menjualnya.

Namun pengguna harus teliti dalam memilih alat yang aman agar terhindar dari risiko yang tak diinginkan.

"Zaman sekarang tidak sulit belinya, tinggal klik di internet banyak kok. Tapi kita harus teliti sebagai pembeli. Ingat juga, habis pakai harus dibersihkan, biar aman dari penyakit," ujarnya.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help