Kabar Kotawaringin Barat

Tiga Pengedar Sabu 1,2 Kilogram Asal Malaysia di Pangkalanbun Terancam Hukuman Mati

Mereka awalnya membawa 1,2 kg sabu namun saat ditangkap petugas tersisa 8,53 ons saja, karena sebagian sudah dijual

Tiga Pengedar Sabu 1,2 Kilogram Asal Malaysia di Pangkalanbun Terancam Hukuman Mati
tcooklaw.com ilustrasi
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Tengah, hingga, Jumat (9/2/2018) masih melakukan proses hukum terhadap tiga orang pelaku pengedar sabu seberat 1,2 Kg yang didapat asal Malaysia.

Tiga orang pelaku tersebut yakni Rudi (Rd) berumur 31 warga Jalan Mahid Badir, Madurejo Kecamatan Arut, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Kemudian Yani (YN) berumur 45 tahun warga Jalan Malijo Kelurahan Madurejo Kecamatan Arut Selatan Kobar dan satu lagi Fendi( Fd) berumur 37 tahun warga Jalan Iskandar Gg Delima Kelurahan Madurejo , Kecamatan Arut Selatan, Kobar.

Baca: Selain Surat Ar Rahman, Vicky Prasetyo Juga Siapkan Mahar Ini untuk Nikahi Angel Lelga

Mereka awalnya membawa 1,2 kg sabu namun saat ditangkap petugas tersisa 8,53 ons saja, karena sebagian sudah dijual dan petugas juga menyita uang hasil penjualan Rp20 juta.

Ketiganya saat ini masih di amankan di sel tahanan BNNP Kalimantan Tengah, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menjual sabu diduga bagian dari sindikat internasional.

Baca: Catatan Nama Nazaruddin dan Ibas di Buku Hitamnya, Setnov: Kok Bocor Terus, Hehehe

Pihak BNNP mengenakan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 (1) undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara minimal 1 milyar rupiah dan maksimal 10 milyar rupiah.

Bahkan sebut Kepala BNNP Kalimantan Tengah Brigjen Pol Lilik Heri S, pihak pengadilan bisa saja memutuskan ancaman bagi pelaku hingga hukuman mati, atas perbuatannya tersebut."Bisa sampai hukuman mati bagi pelakunya,"ujarnya.

Sementara itiu, pantauan di BNNP Kalteng, ketiga pelaku tampaknya santai saja menghadapi ancaman hukuman mati tersebut, ini terbukti saat ekspos di BNNP, mereka tampak ketawa saja, seperti menyepelekan BNNP.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help