Bisnis dan Ekonomi

Indeks Dow Jones Industrial Average Turun, Bitcoin dan Cryptocurrency Lainnya Terkapar

Sentimen ini, ditambah kekhawatiran tentang pembatasan baru dan rumor mengenai larangan potensial di India, telah memicu volatilitas

Indeks Dow Jones Industrial Average Turun, Bitcoin dan Cryptocurrency Lainnya Terkapar
THE SUN
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, NEW YORK - Harga saham bukan satu-satunya yang jatuh dalam pada transaksi perdagangan kemarin. Bitcoin dan sejumlah cryptocurrency lainnya juga terjungkal pada Senin (6/2).

Berdasarkan data Coindesk, harga bitcoin turun 15% pada hari ini, sementara ethereum turun 20%.

Penurunan harga cryptocurrency terjadi setelah indeks Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 1.000 poin pada Senin. Padahal, pada Jumat (2/2), indeks ditutup turun 666 poin.

Baca: Heboh Pernikahan Anak Pengusaha Tambang Binuang Kalsel! Pesta 10 Hari Bertabur Artis

Baca: Annisa Bahar Curhat Soal Aib Puterinya, Juwita disebut Tinggal Bareng Laki-laki Tanpa Nikah

Permasalahan pada transaksi cryptocurrency mulai muncul pada  Desember. Pada waktu itu, Komisi Sekuritas dan Bursa Efek (SEC) serta FBI mulai menindak dugaan kecurangan dalam penggalangan dana oleh beberapa perusahaan criptocurrency dan trader.

Mata uang digital telah beroperasi tanpa peraturan baku sejak debut bitcoin di tahun 2009. Namun regulator mulai memperhatikan dan memperingatkan investor tentang potensi penipuan dalam transaksi ini. SEC bahkan membentuk Unit Cyber ​​untuk mengejar para tersangka penipuan.

Garrick Hileman, seorang peneliti cryptocurrency di University of Cambridge, mengatakan beberapa bank besar baru-baru ini juga mendorong kembali penggunaan mata uang digital, yang tidak dikeluarkan oleh pemerintah manapun, tidak seperti mata uang tradisional.

Baca: Tak Sengaja Tembak Sang Adik, Bocah 11 Tahun Ini Lalu Tembak Dirinya Sendiri

Baca: Viral Belantung di Roti Coklat, Netizen Ungkap Fakta yang Bikin Bergidik

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help