Kabar Kalimantan

Kepala Sekolah di Kota Ini Tak Boleh Lagi Angkat Guru Honor, Ada Sanksinya!

Namun faktanya, masih ada ada saja Kepsek yang ngeyel dan tetap mengangkat guru-guru honorer baru di sekolahnya.

Kepala Sekolah di Kota Ini Tak Boleh Lagi Angkat Guru Honor, Ada Sanksinya!
Ilustrasi - Aksi unjuk rasa guru honorer

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Sejak tahun 2016 lalu, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang sudah mengeluarkan kebijakan yang melarang Kepala Sekolah (Kepsek) mengangkat guru honorer.

Namun faktanya, masih ada ada saja Kepsek yang ngeyel dan tetap mengangkat guru-guru honorer baru di sekolahnya. 

Ketua Forum Solidaritas Pegawai Tidak Tetap Harian (FS PTTH) Fesdikari Samarinda, Wahyudi kepada Tribunkaltim.co, Jumat (2/2/2018) mengatakan, fakta ini telah disampaikan kepada Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Samarinda Arliansyah dalam pertemuan di Balaikota Samarinda, Kamis (1/2/2018).

Dan dalam pertemuan tersebut, tutur Wahyudi, Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin sudah berjanji akan menindak tegas Kepsek yang terbukti tidak menjalankan kebijakan tersebut.

Baca: VIDEO: Perjuangan Guru Honorer di Pedalaman, Gajinya Rp 900 Ribu Per 3 Bulan

Dan untuk penindakan, Pemkot Samarinda akan melibatkan langsung Inspektorat Daerah (Itda).

Sanksi tegas juga akan diberikan bagi Kepsek yang membiarkan adanya guru honorer 'siluman' alias guru yang tidak pernah mengajar, tapi tetap mendapat gaji dan insentif.

"Akan diberi sanksi, baik teguran, tulisan dan mutasi," ujarnya.

Dan para honorer di seluruh Kota Samarinda juga diminta untuk melapor jika masih menemukan ada Kepsek yang masih ngotot mengangkat guru honorer baru.

"Jadi kalau ada honorer yang mengetahui ada Kepsek masih menerima honorer baru, bisa menginformasi ke Forum, Sekda atau BKD," ujarnya.  (Tribunkaltim.co/Doan Pardede)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help