Kalteng Kita

Habib Fawziy Dinonaktifkan dari Jabatan Ketua PWNU Kalteng

Meski penetapan sebagai calon masih menunggu hingga 12 Februari 2018, namun sikap penonaktifannya telah dilakukan.

Habib Fawziy Dinonaktifkan dari Jabatan Ketua PWNU Kalteng
tribunkalteng.com/khaitami
Ketua PW NU Kalteng Said Achmad Fawziy 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Majunya Said Achmad Fawziy Bachsin menjadi bakal calon wakil wali kota Palangkaraya, berimbas pada posisinya sebagai Ketua PWNU Kalteng.

Meski penetapan sebagai calon masih menunggu hingga 12 Februari 2018, namun sikap penonaktifannya telah dilakukan.

"Kami menghormati hak politik warga nahdliyyin, tapi mekanisme organisasi tetap harus ditegakkan. Penonaktifan Said Achmad Fawziy sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Kalteng, diputuskan dalam rapa pleno yang digelar 24 Januari 2018," ujar Plt Ketua PWNU Kalteng HM Wahyudi F Dirun, Jumat (2/2/2018).

Baca: Tolak Kenaikan Biaya Haji yang Diusulkan Kementerian Agama, Begini Hitung-hitungan DPR

Baca: VIDEO: Masuk Masjid Pakai Celana Pendek, Bule Ini Lalu Berganti Nama Jadi Muhammad Better Muslim

Dari kiri ke kanan: Katib Syuriah H ABdul Wahid Aha, Rois Syuriah KH Anwar Isa, Plt Ketua Tanfidziyah Wahyudi F Dirun, Sekretaris PWNU Kalteng Suhardi, dan Ketua Jatman Syamsul Bahri, menunjukkan surat berita acara hasil rapat pleno yang menonaktifkan Said Achmad Fawziy sebagai Ketua PWNU Kalteng, Jumat (2/2/2018).
Dari kiri ke kanan: Katib Syuriah H ABdul Wahid Aha, Rois Syuriah KH Anwar Isa, Plt Ketua Tanfidziyah Wahyudi F Dirun, Sekretaris PWNU Kalteng Suhardi, dan Ketua Jatman Syamsul Bahri, menunjukkan surat berita acara hasil rapat pleno yang menonaktifkan Said Achmad Fawziy sebagai Ketua PWNU Kalteng, Jumat (2/2/2018). (tribunkalteng.com/mustain khaitami)

Selain oleh Plt Ketua Tanfidziyah dan sekretaris PWNU Kalteng Suhardi, keputusan rapat pleno yang dituangkan dalam berita acara itu juga ditandatangani Rois Syuriah KH Anwar Isa dan Katib Syuriah H Abdul Wahid Aha.

Dalam berita acara itu, mereka juga menegaskan sikap netralitas NU terhadap pemilihan kepala daerah, bupati/walikota yang dilaksanakan 2018.

"NU pada dasarnya menyatakan tetap akan bersikap netral dan tidak memberikan dukungan organisasi kepada calon manapun yang akan bertarung di pilkada. Hasil rapat pleno ini juga segera kami akan sampaikan kepada PBNU untuk ditindaklanjuti," timpal Wahyudi.

Rois Syuriah PWNU Kalteng KH Anwar Isa, menyatakan sikap mencalonkan diri atau dicalonkan maju pada kontestasi pilkada merupakan hak pribadi setiap warga nahdliyyin. 

Namun Anggaran Dasar dan Aturan Rumah Tangga NU menggariskan bahwa pengurus harus melepaskan posisinya jika ingin maju.

"Pak Said Achmad Fawziy tentu telah mengetahuinya. Ini sebagai bukti bahwa NU menjaga netralitas dalam pilkada," tegas KH Anwar Isa. (TRIBUNKALTENG.COM/mustain khaitami)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help