TribunKalteng/

Kalteng Kita

2 Pembantai Orangutan di Buntok Ditangkap Polisi, Ternyata Pelaku . . .

Saat itu, tubuhnya dibuang ke Sungai Barito sedangkan kepalanya sempat ditanam di belakang rumah pelaku,

2 Pembantai Orangutan di Buntok Ditangkap Polisi, Ternyata Pelaku . . .
tribunkalteng.co/fathurahman
Inilah dua orang pelaku pembantai orangutan yang diamankan polisi. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Dua minggu melakukan perburuan terhadap pelaku pembantai orangutan yang kepalanya dipenggal dan bangkainya dibuang ke Sungai di Buntok, upaya polisi akhirnya membuahkan hasil.

Polda Kalimantan Tengah, Rabu (31/1/2018) melakukan ekspos kasus Pembantaian Orangutan yang ditemukan, Senin (15/1/2018) di Sungai Barito sekitar Jembatan Kalahien, Buntok, Kabupaten Barito Selatan Kalimantan Tengah.

Saat melakukan ekspos Kapolda Kalteng, Brigjen Pol Anang Revandoko, mengundang wartawan dan semua admin media online dan admin medsos serta organisasi pecinta lingkungan yang selama ini peduli lingkungan dan kelestarian orangutan.

Saat ekspose tersebut ada dua orang tersangka pelaku pembunuh orangutan yang diamankan polisi yakni inisial T (41) dengan alamat Desa Gunung Rantau RT04 Kecamatan Dusun Utara Kabupaten Barito Selatan , Kalteng.

Baca: Sadis! Belasan Peluru Bersarang di Tubuh Orangutan yang Ditemukan Tanpa Kepala di Barsel

Sedangkan yang kedua, M (32) warga Jalan Waning Pati RT 2 Desa Tampung Laung Kecamatan Montalat Kabupaten Barito Utara, Kalteng, keduanya, saat ini diamankan polisi bersama barang bukti.

Dalam ekspos tersebut, terungkap dua orang yang ditangkap tersebut adalah petani karet.

"Pembunuhnya memang orang biasa saja, mereka adalah petani yang tidak lulus sekolah dasar,"ujarnya.

Kepada petugas, mereka mengaku terpaksa melakukan pembunuhan lantaran saat menyadap atau menoreh karet di kebunnya di Desa Maligui diserang orangutan yang tiba-tiba datang.

Keduanya mengaku sebenarnya tidak ingin membunuh, tapi saat itu orangutan jatuh dari atas pohon, kemudian tiba-tiba menyerang sehingga ditembak menggunakan senapan angin, sebanyak 17 kali, tapi tidak mati, kemudian dari arah belakang, kepalanya ditebas tiga kali hingga putus.

Halaman
12
Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help