TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Dikenal Bisa Obati Berbagai Penyakit, Tabib dari Desa Kampung Melayu Diciduk Polisi karena Ini

H Itab dianggap warga memiliki kemampuan mengobati berbagai penyakit dan memenuhi hajat tamunya atau biasa disebut tabib.

Dikenal Bisa Obati Berbagai Penyakit, Tabib dari Desa Kampung Melayu Diciduk Polisi karena Ini
banjarmasinpost.co.id/ghanie
M Said Attap Tazani. 

TRIBUNKALTENG.COM, MARTAPURA - Dikenal sebagai tabib di Desa Kampung Melayu Tengah Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar Kalsel, kini M Said Attap Tazani atau akrab disapa H Itab diamankan anggota gabungan.

Melibatkan Buser Satreskrim Polres Banjarbaru, Polsek Banjarbaru Timur dan Martapura Timur, H Itab sebelumnya diciduk di rumahnya di Jalan KH Anang Sya'rani Desa Melayu Tengah Kecamatan Martapura Timur, Kamis (25/1/2018) malam lalu.

Informasi diperoleh, H Itab ditangkap lantaran diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap seorang warga di Banjarbaru.

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Martapura Timur, Ipda H Suwarji saat dikonfirmasi terkait penangkapan tersebut, mengatakan pihaknya hanya melakukan backup.

Baca: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Calon Perawat National Hospital, Dokter R Segera Diperiksa

Baca: VIDEO: Perawat Pukuli Nenek Pikun, Lihat Ulahnya yang Bikin Keluarga Geram

"Iya betul, cuma kami hanya membackup, sedangkan perkara kini ditangani Polres Banjarbaru," katanya kepada Bpost Online.

Pascatertangkapnya H M Said Attap Tazani atau lebih dikenal H Itab di Desa Melayu Tengah Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar Kalsel, menjadi buah bibir masyarakat setempat, Sabtu (27/1/2018) siang.

Bahkan berdasarkan informasi diperoleh, seorang warga di Pekauman yang tak ingin disebutkan namanya, juga mengetahui sosok H Itab tersebut.

Menurutnya, H Itab dianggap warga memiliki kemampuan mengobati berbagai penyakit dan memenuhi hajat tamunya atau biasa disebut tabib.

Hanya saja terkadang, permintaan atau syarat untuk memenuhi hal tersebut dianggap aneh.
Pasalnya pasien yang datang diminta masuk ke dalam kamar.

"Hajatnya ya macam-macam, dari minta kesembuhan, keturunan dan lainnya. Tapi pasien yang datang kemudian diminta masuk ke dalam kamar," ujarnya. (BANJARMASINPOST.CO.ID/A RIZKI ABDUL GANI)

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help