TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Alquran Raksasa Berusia Ratusan Tahun Jadi Daya Tarik Masjid At-Taqwa Amuntai, Begini Ceritanya

Alquran yang disimpan apik di dalam lemari kaca ini sering mencuri perhatian bagi siapa saja yang memasuki masjid terbesar di pusat kota Amuntai ini.

Alquran Raksasa Berusia Ratusan Tahun Jadi Daya Tarik Masjid At-Taqwa Amuntai, Begini Ceritanya
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Alquran raksasa di Masjid At-Taqwa Amuntai di Jalan A Yani Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). 

TRIBUNKALTENG.COM, AMUNTAI - Jamaah yang datang ke Masjid At-Taqwa Amuntai di Jalan A Yani Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pasti akan melihat sebuah alquran yang tak lazim dari biasanya.

Bagaimana tidak Alquran yang menurut informasi sudah berumur ratusan tahun ini memiliki ukuran berkali kali lipat dari Alquran pada umumnya. Panjangnya saja mencapai 1,5 meter dengan lebar 1 meter.

Alquran yang disimpan apik di dalam lemari kaca ini sering mencuri perhatian bagi siapa saja yang memasuki masjid terbesar di pusat kota Amuntai ini.

Baca: Dibebaskan dari Sanderaan Kelompok Abu Sayyaf, 2 WNI Segera Dipulangkan

Khalidi Arsyad yang membawa langsung Alquran tersebut dari Jawa Tengah mengatakan adanya Alquran tersebut adalah keinginan Bupati HSU kala itu H M Aunul Hadi Idham Chalid.

"Sampai saat ini keberadaan Alquran raksasa ini masih menjadi daya tarik bagi siapa saja yang berkunjung ke masjid At Taqwa Amuntai," ungkapnya.

Awal mula alquran berusia ratusan tahun dengan ukuran raksasa ada di Masjid Raya At Taqwa Amuntai adalah adanya perjalanan dari Khairil Ikhsan yang merupakan Kanwil Depag Kalimantan Selatan untuk berguru kepada Al Habib Muhammad Effendi Al Idrus di Yogyakarta Provinsi Jawa Tengah.

Baca: 5 Fraksi DPR Setujui LGBT, Mahfud MD: Ada 180 Juta Dolar Dana Asing untuk Muluskan RUU

Alquran tersebut sebenarnya milik seorang Kiai yang berasal dari Bagil Provinsi Jawa Timur, sempat dipindah ke Gresik hingga akhirnya dibawa ke kediaman Al Habib Muhammad Effendi Al Idrus atau biasa dikenal dengan Habib Muh di Yogyakarta.

Habib Muh akhirnya menceritakan tentang Alquran tersebut kepada Khairil Ikhsan yang merupakan santri asal Amuntai.

Karena keunikan dan keistimewaan alquran tersebut akhirnya diceritakan kembali kepada Bupati HSU kala itu HM Aunul Hadi.

Baca: Mantan Wakil Wali Kota Ini Ambil Istri Orang, Begini Jadinya

Ternyata HM Aunul Hadi sangat tertarik dengan alquran tersebut dan meminta izin untuk membawa ke Amuntai. Aunul Hadi juga meminta kepada Khalidi Arsyad yang saat itu menjabat sebagai kepala Bagian Kesra untuk mengurus proses pengiriman Alqura hingga sampai di Kota Bertakwa.

"Kami memang sempat kesulitan mengirimkan Alquran karena ukurannya yang sangat besar, khawatir akan terjadi kerusakan diperjalanan namun bersyukur semuanya lancar," ujar Khalidi Arsyad. (BANJARMASINPOST.CO.ID/reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help