Kalteng Kita

Usut Kematian Orangutan di Kalahien, Mabes Polri Bentuk Tim Pemburu Pelaku

Hasil pemeriksaan atau otopsi, menurut Ramadhani, sangat jelas pada bagian tubuh orangutan dewasa tersebut, terdapat tindak penganiayaan

Usut Kematian Orangutan di Kalahien, Mabes Polri Bentuk Tim Pemburu Pelaku
istimewa BKSDA
Otopsi tubuh orangutan yang ditemukan mengapung di DAS Barito, sekitar Jembatan Kalahien, Buntok, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kapolda Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Anang Revandoko, Jumat (19/1/2018) menyatakan pihaknya serius dalam penyelidikan kasus pembantaian orangutan di Kalahien, Buntok, Barito Selatan.

Hal itu diungkapkan Kapolda di Palangkaraya, kepada wartawan, saat menanyakan perkembangan penyelidikan tentang penemuan bangkai orangutan dewasa berjenis kelamin jantan yang ditemukan tanpa kepala di Sei Barito, Desa Kalahien, Buntok, Barsel, tiga hari lalu.

Baca: VIDEO: Inilah Habibtat Orangutan di Pinggiran Kota Palangkaraya

Kapolda mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah memintai keterangan sejumlah saksi mata yang melihat dan mengangkat bangkai orangutan yang tewas tersebut.

"Kami akan terus mencari pelaku pembunuh orangutan yang bangkainya ditemukan di Sei Barito tersebut. Tim Polda dan Mabes Polri termasuk personil dari Labfor Mabes Polri masih bekerja untuk menelisik bangkai orangutan yang tewas dianiaya tersebut," ujarnya.

Baca: Sadis! Belasan Peluru Bersarang di Tubuh Orangutan yang Ditemukan Tanpa Kepala di Barsel

Tentu sebut dia, masalah ini menjadi perhatian secara khusus dari pihaknya, karena juga mendapat perhatian dari pusat untuk mengungkap pelaku pembantai orangutan yang dilindungi tersebut.

Sementara itu, Lembaga Centre for Orangutan Protection (COP), melalui, Ramadhani, Manager Perlindungan Habitat COP, mengeluarkan rilis terkait hasil otopsi penemuan bangkai orangutan yang kepalanya dipenggal dan jasadnya dibuang ke Sei Barito.

Dia mengungkapkan, terkait hasil otopsi terhadap bangkai orangutan yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan di DAS Barito, sekitar Jembatan Kalahien, Buntok, Kalteng, kemarin, jelas dibunuh dan sebeluknya dilakukan penyiksaan.

Baca: Bendaharawan yang Terkena OTT Tipikor Polda Kalteng Hanya Wajib Lapor

Hasil pemeriksaan atau otopsi, menurut Ramadhani, sangat jelas pada bagian tubuh orangutan dewasa tersebut, terdapat tindak penganiayaan, berupa kepala orangutan dipotong menggunakan sajam.

Ada tiga luka bekas tebasan sajam di leher hingga putus, selaian itu juga ada 17 luka bekas tembak senapan angin di bagian depan badan dan bagian punggung orangutan jenis kelamin jentan tersebut.

Juga ada tujuh tulang rusuk sebelah kiri patah, dan lambung orangutan pecah akibat ditembak peluru senapan angin, jantung dan paru-paru ditembus peluru senapan angin, sedangkan bagian dada sebelah kiri luka lebam akibat pukulan benda tumpul dan tulang rusuk patah. (TRIBUNKALTENG.com)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help