TribunKalteng/

Kabar Kotawaringin Timur

Buaya di Sungai Mentaya Mengganas, Lama Tak Diberi Sajen?

Dua pulau ini, memang dikenal warga Kotim sebagai pulaunya binatang reptil buaya mentaya yang saat ini dikenal sangat ganas

Buaya di Sungai Mentaya Mengganas, Lama Tak Diberi Sajen?
Istimewa
Buaya putih raksasa diduga asal Sungai Mentaya , Sampit ini ditangkap warga di Sei Arut, Seruyan, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Pulau Hanaut dan Pulau Lepeh merupakan dua pulau yang terletak di tengah Sungai Mentaya, di kawasan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Kelurahan Pulau Hanaut yang bersebarangan dibelah Sungai Mentaya.

Dua pulau ini, memang dikenal warga Kotim sebagai pulaunya binatang reptil buaya mentaya yang saat ini dikenal sangat ganas, karena sering menyerang warga saat beraktifitas di sungai.

Adi, salah seorang warga Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kotim, Jumat (12/1/2018) mengungkapkan, serangan buaya mentaya yang belakangan menggannas, diduga karena tidak lagi diberikan sesajen.

Baca: Kasus Penggelapan Uang Dewi Soekarno, Pelakunya Tak Menyesal

Baca: VIDEO: Raja Gocek dan Masih Belia, Lihat Kepiawaian Gelandang Borussia Dortmund Ini

Adi yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya ini, mengatakan, orang tuanya, saat masih hidup dan juga warga di bantaran sungai sudah biasa memberikan sesajen untuk para buaya muara sungai tersebut.

Menurut dia, orang tuanya dahulu saat masih hidup dan masih tinggal di rumah lanting, biasanya membuat semacam altar yang diatasnya ada semacam kelambu kecil warna kuning, dan di dalamnya ada sesajen.

"Sesajen yang didalamnya diletakkan telur ayam kampung dan beras kuning tersebut merupakan sesajen untuk buaya yang hidup di Sungai Mentaya tersebut agar tidak mengganggu, tapi saat ini itu tidak lagi dilakukan warga bantaran sungai,"ujarnya.

Dia menduga, karena sudah lama tidak diberikan sesajen itulah, kemudian buaya sungai mentaya tersebut marah dan menyerang permukiman warga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya. (TRIBUNKALTENG.com)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help