TribunKalteng/

Kabar Kotawaringin Timur

Banyak Warga di Bantaran Sungai Mentaya Hilang Ditelan Buaya, Tapi . . .

Betapa tidak, serangan buaya muara makin meresahkan warga bantaran sungai, sehingga benar membuat takut warga setempat

Banyak Warga di Bantaran Sungai Mentaya Hilang Ditelan Buaya, Tapi . . .
Istimewa
Buaya yang ditemukan di Seruyan, Kalteng. 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Bagi warga bantaran Sungai Mentaya, sekitar Samuda, Pulau Hanaut, Parebok, Bagendang hingga Teluk Sampit, sungai tersebut tidak lagi bersahabat.

Bukan hanya gelombang pasang yang makin ganas menghantam pesisir pantai Ujung Pandaran, tetapi di bagian dalam sungai dlsaat ini bagi warga yang bermukim dihantui serangan buaya.

Betapa tidak, serangan buaya muara makin meresahkan warga bantaran sungai, sehingga benar membuat takut warga setempat sehingga akhirnya pihak kelurahan mengeluarkan aturan untuk tidak beraktifitas di sungai terutama malam hari.

Baca: VIDEO: Penaklukan Buaya Putih Seberat 1 Ton Penunggu Muara Sampit, Ini Wujudnya

Baca: Adiknya Jawab Soal 4 + 3 = 0 Dikira Bodoh, Ternyata Malah Jenius, Simak Alasannya!

Kepala Desa Pulau Hanaut, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim Ardiansyah, Jumat (12/1/2018) mengakui ganasnya serangan buaya muara di Sungai Mentaya yang selama ini sering menyerang warganya tersebut.

Bahkan sebut dia, masih ada beberapa orang yang hilang di sungai diduga diserang buaya dan dibawa masuk ke sungai jasadnya belum ditemukan sampai saat ini.

"Memang ada beberapa orang sejak tahun 2015 hingga saat ini masih hilang dan jasadnya tidak ditemukan, diduga dimakan oleh buaya,"ujarnya.

Oleh sebab itulah, sebutnya, dia sudah menyebarkan pengumuman kepada warganya agar tidak melakukan aktifitas di Sungai Mentaya terutama malam hari.

"Sudah kami sebarkan pengumuman itu ke warga," ujarnya. (TRIBUNKALTENG.com)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help