MK Tolak Uji Materi ''Presidential Threshold'', Gerindra: Sudah Kehilangan Kewarasan

MK kata Muzani seperti terburu-buru mengejar setoran untuk segera menyampaikan ke publik.

MK Tolak Uji Materi ''Presidential Threshold'', Gerindra: Sudah Kehilangan Kewarasan
Kompas.com
Gedung Mahkamah Konstitusi 

Namun, dengan ditolaknya uji materi yang diajukan Partai Idaman, ketentuan pasal tersebut tak berubah dan dinyatakan sah.

Dalam pertimbangannya, MK menilai presidential thresholdrelevan untuk memperkuat sistem presidensial.

Dengan presidential threshold, Presiden yang terpilih nantinya bisa memiliki kekuatan di parlemen.

MK juga menilai Pasal 222 tidak kedaluwarsa karena merupakan UU baru yang disahkan pemerintah dan DPR pada 2017 lalu, bukan UU lama yang digunakan untuk menggelar Pilpres 2014. MK juga menilai Pasal 222 tidak bersifat diskriminatif.

Meski demikian, MK mengabulkan permohonan Partai Idaman terhadap uji materi Pasal 173 Ayat (1) dan (3) UU Pemilu.

Baca: 13 Seragam Paling Aneh di Dunia, Bikin Pemakainya Jadi Emosi

Dengan dikabulkannya permohonan ini, partai lama peserta Pemilu 2014 harus tetap menjalani verifikasi faktual.

Ada dua hakim MK yang mengajukan disssenting opinion atau perbedaan pendapat terkait putusan MK terhadap uji materi Pasal 222, yakni Saldi Isra dan Suhartoyo.

Kedua hakim itu sepakat ketentuan presidential threshold dalam Pasal 222 itu dihapus. (*)

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com berjudul: Uji Materi "Presidential Threshold" Ditolak, Gerindra: MK Seperti Kehilangan Kewarasan

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help