TribunKalteng/

MK Tolak Uji Materi ''Presidential Threshold'', Gerindra: Sudah Kehilangan Kewarasan

MK kata Muzani seperti terburu-buru mengejar setoran untuk segera menyampaikan ke publik.

MK Tolak Uji Materi ''Presidential Threshold'', Gerindra: Sudah Kehilangan Kewarasan
Kompas.com
Gedung Mahkamah Konstitusi 

MK kata Muzani seperti terburu-buru mengejar setoran untuk segera menyampaikan ke publik.

"Sekali lagi kami hormati putusan MK karena undang-undang dasar MK adalah tempat kita mengadu sesuatu orang per orang atau kelompok mencari keadilan dan putusan bersifat final dan mengikat tapi boleh dong kami mengambil sikap itulah cara pandang kami. Konsekuensi dari putusan MK ini bahwa calon presiden dan wakil presiden harus diusung 20 persen kursi itu sudah kita perhitungkan tetap kami harus berkoalisi berbicara dengan teman koalisi untuk pencalonan presiden dan wakil presiden,"ujar Muzani.

Mahkamah Konstitusi menolak uji materi Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Uji materi ini diajukan Partai Idaman yang teregistrasi dengan nomor 53/PUU-XV/2017.

Baca: Surat Atas Nama Ahok Beredar, Isinya Tentang Perceraian dan Zina

Adapun Pasal 222 mengatur ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 lalu untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.

Dalam dalil yang diajukan, Partai Idaman antara lain menilai pasal tersebut sudah kedaluwarsa karena menggunakan hasil Pileg 2014 sebagai ambang batas Pilpres 2019.

Partai Idaman juga menilai pasal tersebut tak relevan karena Pileg dan Pilpres 2019 digelar serentak.

Selain itu, Partai Idaman juga menilai pasal tersebut diskriminatif karena menghalangi partai politik baru untuk mengajukan capres.

Baca: Langka! Biasanya Sangat Panas, Gurun Sahara Ditutupi Salju Jadi Fenomena Unik Tak Biasa

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help