8 Januari 2018 Disebut 'Hari Perceraian', Ini Alasannya

Sebanyak satu di antara tiga responden (37%) mengaku tekanan keuangan merupakan tantangan terbesar dalam pernikahan.'

8 Januari 2018 Disebut 'Hari Perceraian', Ini Alasannya
THE GUARDIAN
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Hari pertama mulai bekerja setelah libur Tahun Baru, yang tahun ini jatuh pada 8 Januari 2018, dijuluki oleh para pengacara sebagai 'hari perceraian'.

Julukan itu tidak muncul tanpa sebab.

Menurut sejumlah pengacara, yang dikuatkan hasil survei yang dilakukan terhadap 2.000 orang oleh firma hukum Slater and Gordon di Inggris, terjadi peningkatan jumlah pasangan yang bertanya mengenai perceraian setiap selesai liburan Tahun Baru.

Penyebab utama perpisahan pasangan menikah, menurut survei tersebut, adalah kekhawatiran finansial.

Sebanyak satu di antara tiga responden (37%) mengaku tekanan keuangan merupakan tantangan terbesar dalam pernikahan.'

Baca: Kisah Ahok Saat Bertengkar dengan Veronica Tan, Singgung Soal Selingkuhan

Adapun sebanyak satu di antara lima responden mengatakan kebanyakan perselisihan dengan pasangan mereka adalah soal uang.

"Hubungan yang telah menunjukkan keretakan kemungkinan akan pecah di bawah tekanan dan pengeluaran saat Natal," ujar pengacara keluarga dari firma Slater and Gordon, Lorraine Harvey.

Berdasarkan catatan Badan Statistik Nasional Inggris, hampir 107.000 pasangan heteroseksual bercerai pada 2017.

Jumlah itu merupakan peningkatan sebanyak 5,8% dibanding angka 2015 dan angka tertinggi sejak 2009.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved