TribunKalteng/

Puteranya Overdosis dan Tewas karena Narkoba, Postingan Ibunya Bikin Warganet Terharu

Tujuannya memuat gambar dan status tersebut untuk memberikan kesadaran kepada orang banyak, khususnya para orangtua

Puteranya Overdosis dan Tewas karena Narkoba, Postingan Ibunya Bikin Warganet Terharu
Facebook via banjarmasinpost.co.id
Postingan Facebook Sherri Kent. 

TRIBUNKALTENG.COM - Beberapa waktu lalu, Sherri Kent dari Calgary, Kanada, telah mengunggah fotonya bersama anaknya dengan keterangan di halaman Facebooknya.

Foto itu menunjukkan dia berbaring bersebelahan dengan anak lelakinya yang berusia 22 tahun, Michael, di atas ranjang rumah sakit, saat putranya koma.

Tujuannya memuat gambar dan status tersebut untuk memberikan kesadaran kepada orang banyak, khususnya para orangtua bahwa fentanyl adalah pembunuh nomor satu di Kanada.

Tribunkalteng.com yang mengutik BPost Online dari Wikipedia, fentanyl adalah jenis obat penghilang rasa sakit dan pengobatan lainnya untuk anesthesia atau mematikan seseorang secara medis.

Baca: Di Abad Pertengahan, Cara Kejam Ini Jadi Hukuman Bagi Penggosip

Dilansir dari Erabaru Malaysia, dia berharap para orangtua akan lebih memberi perhatian kepada anak-anak mereka akan bahayanya narkoba.

Dia menulis, "Anak saya bukan pecandu narkoba, dia telah membuat kesilapan yang bisa membahayakan nyawanya. Saya hanya mau semua orang sadar tentang hal ini. Faktanya yang berlaku sekarang adalah obat ini membunuh lima hingga tujuh orang sehari di setiap daerah di Kanada, " tulisnya.

c
Postingan Facebook Sherri Kent

Narkoba jenis ini memang bisa menyebabkan kematian yaitu 50 kali lebih dahsyat efeknya dari heroin walaupun dosis yang digunakan rendah.

"Ia tidak terawasi dan tidak ada cara untuk melindungi anak-anak kita selain memberi peringatan kepada mereka mengenai bahayanya penggunaan narkoba sekarang ini," lanjutnya.

Baca: Ini 5 Fakta Wearpack yang Dipakai Para Pebalap MotoGP, Kalau Rusak Bisa Biperbaiki di Paddock Loh!

Halaman
12
Penulis: Yayu
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help