OTT KPK di HST

Terjerat OTT KPK, 8 Mobil Mewah Milik Bupati Abdul Latif ikut Ditelisik

Sebelumnya, Agus mengatakan bahwa untuk menangani dan menyelidiki perkara tersebut, KPK telah menyiapkan tim di sejumlah lokasi.

Terjerat OTT KPK, 8 Mobil Mewah Milik Bupati Abdul Latif ikut Ditelisik
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Bupati Hulu Sungai Tengah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK Abdul Latif (kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/1/2018). KPK menetapkan empat orang tersangka dengan Commitment fee sebesar Rp 3,6 Miliar yang diduga sebagai uang suap pembangunan RSUD Damanhuri di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - KPK tengah menyelidiki delapan mobik mewah yang berada di rumah dinas Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif.

Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Surabaya pada Kamis (1/1/2018).

"Sebagai catatan, di rumah Dinas Bupati, KPK juga melakukan kegiatan (penyidikan-red) yang ditujukan untuk delapan mobil. Mobil tersebut antara lain BMW, Lexus, Cadillac, Rubicon, Hammer, dan Vellfire," kata Agus di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Mulia, Jakarta Selatan pada Jumat (5/1/1/2018).

Sebelumnya, Agus mengatakan bahwa untuk menangani dan menyelidiki perkara tersebut, KPK telah menyiapkan tim di sejumlah lokasi.

Baca: LIVE STREAMING: Prosesi Lamaran Gubernur Sugianto Sabran di Kediaman Yulistra Ivo

Sejumlah lokasi tersebut antara lain ruang kerja ALA di kantor Bupati Hulu Sungai Tengah, di ruang RSUD Damanhuri, juga di rumah Dinas ALA di Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan.

"Untuk melakukan penanganan perkara ini dilakukan pemasangan tim KPK lain di sejumlah lokasi. Yaitu ruang kerja ALA di kantor Bupati Hulu Sungai Tengah, di ruang RSUD Damanhuri, juga di rumah Dinas ALA di Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan," kata Agus.

Dari OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah barang bukti antara lain rekening koran atas nama PT SUGRIWA AGUNG dengan saldo sebesar Rp 1,82 miliar dan Rp 1,8 miliar.

Barang bukti lain yang juga diamankan KPK adalah uang dalam brankas di rumah dinas Abdul Latif sebesar Rp. 65 juta 650 ribu dan uang di tas kerjanya sebesar Rp 35 juta.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help