TribunKalteng/

Kalteng Kita

Jalur Sampit-Pangkalanbun Putus, Inilah Penyebab Oprit Jembatan Sei Rungau Ambles Hingga Patah

Padahal, jembatan ini merupakan akses utama yang menjadi penghubung sejumlah kabupaten dan juga cukup padat dilalui kendaraan dalam setiap harinya.

Jalur Sampit-Pangkalanbun Putus, Inilah Penyebab Oprit Jembatan Sei Rungau Ambles Hingga Patah
Istimewa
Jembatan runtuh di km 105 arah Sampit-Pangkalanbun, Kalteng, Sabtu (30/12/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Patahnya jembatan Sei Rungau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu (30/12/2017) dini hari, sangat menggangu arus lalulintas kendaraan.

Padahal, jembatan ini merupakan akses utama yang menjadi penghubung sejumlah kabupaten dan juga cukup padat dilalui kendaraan dalam setiap harinya.

Jalur tersebut selama ini, merupakan jalur satu-satunya yang dipakai warga Sampit, Seruyan, Pangkalanbun, Lamandau, Sukamara hingga ke Kalbar, melalui jalur darat, termasuk juga dipakai truk pengangkut buah sawit dan minyak sawit atau crude palm oil (CPO) menuju Pelabuhan CPO Bagendang, Sampit.

Informasi dari warga setempat, menyebutkan, penyebab hingga jembatan putus akibat oprit jembatan habis terkikis arus air Sei Rungau, sehingga mengakibatkan pondasi tak ada penahan dan jembatan patah.

Baca: Hmm Adem! Beredar Foto Adjie Pangestu Beginian Bareng Mantan Istri

Baca: Hidup Gadis Ini Berakhir Tragis! Gara-gara Pesanan Bedak, Tubuhnya Bersimbah Darah

Baca: Ahmad Hilang Ditelan Gelombang, Hanya Kapalnya Ditemukan

"Tadi malam hujannya memang sangat deras, dan daerah dataran rendah kebanjiran, arus sungai dibawah jembatan deras, sedangkan selama in resapan air kecil, sebab kiri dan kanan jembatan semuanya ditumbuhi pohon sawit, ini salah satu penyebabnya," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kotim, H Fadlianoor.

Ditambahkan dia, jembatan tersebut umurnya juga lumayan tua, karena dibangun oleh PT Yala Persada, Sampit, yang saat ini perusahaanya sudah tidak eksis lagi.

"Namun, penyebab utamanya menurut saya, akibat resapan air yang kurang sehingga arus langsung memakan oprit jembatan" ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat, Kalimantan Tengah, Leonard S Ampung, demikian juga Kabid Bina Marganya, Salahuddin, tidak bisa dihubungi, untuk menanyakan penyebab utama hingga jembatan runtuh tersebut. (TRIBUNKALTENG.com)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help