Kabar Kalimantan

Anggota DPRD yang Terlibat Kasus Pornografi Ditahan, Begini Perlakuan Polisi

Semalam legislator Balikpapan inisial AW mendekam di balik jeruji besi Rutan Polres Balikpapan.

Anggota DPRD yang Terlibat Kasus Pornografi Ditahan, Begini Perlakuan Polisi
Tribun Kaltim/M Fachri Ramadhani
Anggota DPRD Balikpapan tersandung kasus pornografi dan ITE berinisial AW saat digiring polisi ke Rutan Polres Balikpapan, Jumat (29/12/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Semalam legislator Balikpapan inisial AW mendekam di balik jeruji besi Rutan Polres Balikpapan

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra melalui Kasat Reskrim AKP Ruslaeni menyatakan tersangka kasus pornografi dan ITE tersebut tak mendapat perlakukan khusus di rutan. Kendati statusnya merupakan anggota dewan.

"Sama. Gak ada yang dibedakan. Kalau jam besuk habis, ya habis. Kamarnya gabung dengan tahanan yang lain," kata Ruslaeni.

Pemberitaan sebelumnya, Jumat (29/12/2017) sekitar 14.00 Wita, tersangka kasus pornografi dan ITE di Balikpapan, berinisial AW keluar dari ruang pemeriksaan Polres Balikpapan.

Baca: Penelitian Ini Ungkap Alasan Obat Antidepresan Kadang Tidak Manjur Atasi Depresi

Dikawal petugas reserse kriminal Polres Balikpapan, wajah anggota DPRD Balikpapan tersebut ditutup sarung berwarna biru. AW digiring petugas menuju sel rutan Polres Balikpapan.

Saat Tribunkaltim.co, melemparkan pertanyaan AW tampak pasif. Ia memilih diam seribu bahasa. Politisi Partai Golkar tersebut memegang erat ujung kain tepat di lehernya, agar tak terjatuh.

Ia tampak menjaga benar, agar wajahnya tak tertangkap kamera awak.media yang sedari tadi menunggunya di Mapolres Balikpapan.

Baca: Ada Razia Gabungan, THM Kok Mendadak Kosong?

Untuk diketahui, anggota legislatif asal Balikpapan yang tersandung kasus pornografi dan ITE diancam kurungan pidana di atas 5 tahun.

"Kita kenakan UU ITE dan Pornografi, tersangka memotret orang tanpa seiizin dan sepengetahuan lalu disebarluaskan. Ancaman penjaranya di atas 5 tahun," ujar Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra, Jumat (29/12/2017).

Untuk diketahui, wakil rakyat inisial AW tersebut disangkakan Pasal 27 ayat (1) UU nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun. Kemudian pasal 29 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman paling singkat 6 bulan dan paling lama 12 tahun.

Untuk mempercepat proses administrasi penyidikan, kepolisian mengambil langkah penahanan terhadap tersangka. AW resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (29/12/2017).
(Tribunkaltim.co/Muhammad Fachri Ramadhani)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help